Ancaman Karhutla Meluas, Kodam VI Mulawarman Gelar Salat Istisqa

  • 29 Agt 2026 11:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan- Suasana khusyuk dan berbeda terlihat di halaman Markas Kodam (Makodam) VI/Mulawarman pada Sabtu pagi, 29 Agustus 2026. Hamparan sajadah tampak berbaris rapi, dipenuhi oleh ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (damkar), Basarnas, Pemerintah Kota Balikpapan, serta para relawan yang bersiap melaksanakan salat istisqa.

Langkah ini diambil menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) dalam sebulan terakhir. Kondisi kekeringan yang panjang ini memicu tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meluas di sejumlah titik, sehingga menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, terutama TNI Angkatan Darat.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, menyampaikan bahwa salat istisqa dan doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat berupa hujan kepada Allah SWT, sekaligus meminta perlindungan agar masyarakat dijauhkan dari bencana.

"Kami melaksanakan salat istisqa dan doa bersama ini memohon kepada Allah SWT agar diturunkan rahmat hujan, serta dijauhkan dari bencana. Harapan doa ini tidak hanya untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, tetapi juga untuk seluruh Indonesia," ujar Pangdam VI/Mulawarman.

Mayjen TNI Krido menambahkan, pelaksanaan salat istisqa ini digelar secara serentak di seluruh satuan di bawah jajaran Kodam VI/Mulawarman. Menurutnya, selain ikhtiar batin, sinergi lintas instansi di lapangan menjadi kunci utama dalam mempercepat penanggulangan kebakaran yang terjadi saat ini.

"Wilayah Kaltim dan Kaltara memang sedang mengalami kebakaran hutan dan lahan. Namun, berkat sinergi, gotong royong, dan kerja sama dari TNI-Polri, BPBD, Basarnas, serta seluruh komponen masyarakat, alhamdulillah semua bisa ditanggulangi. Titik panas (hotspot) atau kebakaran yang muncul dapat dideteksi dan dipadamkan dengan cepat," kata Pangdam VI/Mlw.

Ia menegaskan bahwa TNI akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna menekan jumlah titik panas yang terpantau di wilayah Kaltim dan Kaltara.

Dalam khotbahnya, Ustadz Irfanuddin Hasim menyampaikan pesan menyentuh mengenai hakikat dari salat istisqa. Ia mengingatkan bahwa ibadah hari ini adalah wujud penyerahan diri dan doa yang tulus kepada Sang Pencipta.

"Ketahuilah bahwa turunnya hujan bukan semata-mata karena hebatnya doa kita, melainkan karena sifat Rahman dan Rahim Allah SWT. Namun, jika hujan belum diturunkan, bukan berarti doa kita tidak didengar. Allah sedang mengajarkan kita untuk selalu berdoa, bersabar, dan bertawakal kepada-Nya," ujar Ustadz Irfanuddin dalam tausyiahnya.

Upaya penanggulangan karhutla di Kaltim dan Kaltara sejauh ini terus dilakukan secara komprehensif. Selain pemadaman langsung secara fisik di lapangan, TNI juga mendukung penuh operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di sejumlah wilayah dengan tingkat kebakaran tinggi. Operasi ini dilakukan untuk memicu hujan buatan agar lahan kembali basah dan titik api berkurang.

Menutup rangkaian kegiatan, Pangdam VI/Mulawarman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada puluhan anak yatim piatu dan warga sekitar. Aksi sosial ini menjadi wujud nyata komitmen dan konsistensi TNI untuk selalu hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat.

Melalui perpaduan aksi tanggap darurat di lapangan, teknologi modifikasi cuaca, serta kekuatan doa bersama, TNI-Polri bersama seluruh unsur daerah berharap hujan dapat segera membasahi bumi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, demi mengakhiri ancaman karhutla yang sedang melanda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....