Prabowo Pantau Penanganan Gempa Flores, Pemulihan Mulai Berjalan
- 10 Sep 2026 07:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk memantau perkembangan penanganan gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 7 September 2026.
Rapat yang digelar dari Istana Merdeka, Jakarta, tersebut dilakukan melalui konferensi video bersama jajaran pemerintah dan petugas yang berada di lokasi terdampak bencana.
Dikutip dari laman Sekretariat Negara, Selasa 8 September 2026, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa penanganan tanggap darurat hingga hari ke-23 atau ke-24 pascagempa berjalan dengan baik.
Salah satu indikatornya adalah tidak adanya tambahan korban jiwa akibat gempa susulan yang terjadi setelah bencana utama.
Menurut Suharyanto, distribusi bantuan logistik kepada masyarakat terdampak juga berlangsung lancar. Kebutuhan warga dipantau secara berjenjang mulai dari tingkat RT, RW, desa hingga kecamatan, kemudian dipenuhi melalui posko-posko logistik yang telah disiapkan pemerintah.
Selain bantuan logistik, berbagai layanan dasar masyarakat seperti listrik, komunikasi, bahan bakar minyak (BBM), air bersih, akses jalan, layanan kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang juga mulai kembali menempati kediaman masing-masing.
“Pasar-pasar sudah ramai, kegiatan keagamaan kembali berlangsung, termasuk acara pernikahan dan berbagai aktivitas sosial masyarakat yang kini berangsur pulih,” ujar Suharyanto.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan pemerintah daerah bersama BNPB, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, serta kementerian dan lembaga terkait terus memastikan penanganan bencana berjalan optimal di lapangan.
Di sektor kesehatan, tiga rumah sakit yang mengalami kerusakan telah mendapatkan dukungan rumah sakit lapangan dari Kementerian Kesehatan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dapat berlangsung.
Pemulihan juga mulai terlihat di sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar telah dilaksanakan secara terbatas, khususnya bagi siswa kelas akhir yang membutuhkan persiapan menghadapi ujian.
“Kegiatan belajar mengajar sudah mulai berjalan, terutama untuk siswa kelas 3 SMA dan kelas 6 SD,” kata Laka Lena.
Meski demikian, pemerintah daerah masih membutuhkan tambahan tenda dan fasilitas pendukung sebagai ruang belajar sementara bagi siswa SD, SMP, dan SMA.
Pemerintah daerah juga berharap adanya kebijakan relaksasi biaya pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa yang terdampak gempa.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Provinsi NTT telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menyiapkan langkah pemulihan ekonomi di wilayah Flores.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah pemberian relaksasi kredit bagi masyarakat terdampak yang mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran kepada perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.
“Apabila ini dapat menjadi kebijakan bersama, mudah-mudahan bisa membantu masyarakat Flores keluar lebih cepat dari situasi yang sedang dihadapi,” ujar Laka Lena.
Selain itu, pemerintah daerah mengusulkan dukungan tambahan bagi para relawan berupa vitamin, layanan pemulihan trauma (trauma healing), serta penguatan sarana transportasi udara dan laut untuk mempercepat mobilisasi saat terjadi bencana.
Menurut Laka Lena, keberadaan pesawat dan kapal milik TNI-Polri pada saat awal bencana sangat membantu proses penanganan darurat di wilayah terdampak.
BNPB melaporkan, Pemerintah Provinsi NTT telah mulai mempersiapkan transisi dari masa tanggap darurat menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Berbagai langkah pemulihan akan terus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta perbaikan fasilitas publik yang masih terdampak gempa.
Pemerintah memastikan proses pemulihan di Flores akan terus dikawal hingga kehidupan masyarakat kembali berjalan normal.
Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan layanan publik, hingga pemulihan ekonomi dilakukan secara terpadu agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....