Kabut Asap Mengintai IKN Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan Karhutla
- 05 Sep 2026 19:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara – Ancaman kebakaran hutan dan lahan masih membayangi kawasan Ibu Kota Nusantara di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering.
Dalam keterangannya kepada rri.co.id, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan penanganan karhutla kini melibatkan berbagai unsur di lapangan.
Menurut Alimuddin, tim penanganan telah bergerak, termasuk unsur kesehatan yang disiapkan untuk mengantisipasi dampak kebakaran dan kabut asap. Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.
“Tim sudah di lapangan. Termasuk tim kesehatan juga sudah semua di lapangan. Saya lihat koordinasi mereka sangat bagus,” kata Alimuddin saat dikonfirmasi Sabtu 5 September 2026.
Ia menyebut keterlibatan aparat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla di sekitar kawasan Nusantara. Kapolresta Kawasan IKN, Dandim, hingga relawan turut berada dalam koordinasi penanganan.
Alimuddin juga menilai keberadaan masyarakat peduli api menjadi salah satu kekuatan dalam upaya pencegahan maupun pemadaman. Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan karena karhutla tidak dapat ditangani oleh satu unsur saja.
“Saya pikir kerja sama masyarakat sangat baik di dalam mencegah maupun memadamkan kebakaran hutan yang ada di sekitar Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.
Ancaman karhutla di kawasan IKN memang menjadi perhatian dalam beberapa pekan terakhir. Otorita IKN sebelumnya telah menyiapkan strategi mulai dari pencegahan, deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.
Sistem deteksi dini juga diperkuat melalui sensor kebakaran di sejumlah kawasan delineasi IKN. Otorita IKN menyiapkan pos pemadam di beberapa lokasi serta memetakan sumber air untuk mendukung proses pemadaman.
Masyarakat juga dapat melaporkan indikasi kebakaran melalui fitur Panic Button pada aplikasi IKNOW. Laporan lokasi kejadian diteruskan kepada petugas Otorita IKN dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan.
Upaya tersebut semakin penting karena kondisi cuaca masih cenderung panas dan kering pada awal September. BMKG mencatat ratusan titik panas terdeteksi di Kalimantan berdasarkan pemantauan 2 September 2026, sementara asap dari kebakaran berpotensi menyebar mengikuti arah angin.
Sementara itu hari ini, Otorita IKN bersama BNPB dan TNI AU juga melaksanakan operasi water bombing untuk menangani sejumlah titik prioritas karhutla. Langkah dari udara tersebut menjadi bagian dari respons cepat ketika pemadaman dari darat menghadapi tantangan medan.
Di tengah situasi tersebut, Alimuddin mengatakan kondisi udara di kawasan pusat pemerintahan IKN masih relatif baik. Ia berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas dan menghirup udara yang segar.
“Alhamdulillah, Udara kita masih sedang dan cukup baik di kawasan pusat pemerintahan dan kita berharap semua juga akan kembali menghirup udara yang segar,” katanya.
Bagi kawasan yang sedang tumbuh sebagai pusat pemerintahan baru, ancaman karhutla bukan hanya persoalan kebakaran vegetasi. Asap, kualitas udara, keselamatan masyarakat, dan keberlangsungan aktivitas di kawasan Nusantara juga menjadi bagian yang perlu diantisipasi secara bersamaan.
Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi penting, baik dalam mencegah sumber api maupun melaporkan kejadian sejak dini. Semakin cepat informasi diterima dan ditindaklanjuti, semakin besar peluang kebakaran dikendalikan sebelum meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....