Presiden Prabowo Tegaskan Pemberantasan Korupsi hingga ke Akar-akarnya

  • 27 Agt 2026 19:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Bali - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberantas penyelewengan dan korupsi hingga ke akar-akarnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kekayaan dan aset bangsa dikelola secara jujur dan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Penegasan itu disampaikan Presiden saat meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek tersebut di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa 25 Agustus 2026.

Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Rabu 26 Agustus 2026, Presiden menyampaikan Indonesia memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Menurutnya, kekuatan bangsa harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kita walaupun menghadapi cobaan, walaupun kita hadapi rintangan, hambatan, kita kuat. Kita mampu. Kita buktikan terus,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menekankan, seluruh aset dan kekayaan bangsa harus dikelola secara bertanggung jawab, transparan, serta dilandasi semangat patriotisme dan kecintaan kepada rakyat. Menurutnya, pengelolaan yang baik menjadi kunci agar kekayaan negara dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme, cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar,” ucapnya.

Karena itu, Presiden menilai upaya pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti. Setiap bentuk penyimpangan yang merugikan negara harus diperangi secara serius dan berkelanjutan.

“Penyelewengan, korupsi, harus kita perangi. Harus kita berantas sampai ke akar-akarnya. Kita harus punya tekad itu,” kata Presiden.

Menurut Presiden, keberhasilan menghentikan kebocoran anggaran dan menyelamatkan keuangan negara akan memperkuat kemampuan pemerintah dalam membiayai berbagai program strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Uang itu dari yang kita selamatkan, dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu,” ujarnya.

Selain menyoroti pentingnya pemberantasan korupsi, Presiden juga mengapresiasi peningkatan kinerja sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Ia menilai kepemimpinan yang kuat dan tata kelola perusahaan yang baik menjadi faktor utama dalam mendorong peningkatan kinerja serta kontribusi BUMN terhadap pembangunan nasional.

“Saya besar hati dengan capaian-capaian yang telah kita capai,” ucap Presiden.

Peluncuran Program PLTS 100 GWp di Bali menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi nasional menuju energi bersih dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program pembangunan hanya dapat dicapai apabila pengelolaan keuangan negara dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....