Prabowo Tegaskan Pentingnya Peran Global South di KTT BRICS 2026

  • 15 Sep 2026 07:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, New Delhi - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya penguatan peran negara-negara Global South dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan dunia. Menurut Presiden, BRICS memiliki posisi strategis sebagai wadah untuk menyatukan dan memperkuat suara negara-negara berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu 13 September 2026.

Dikutip dari laman Sekretariat Negara (Setneg.go.id), Selasa 15 September 2026, Presiden dalam pidatonya menekankan bahwa BRICS dapat menjadi kekuatan kolektif untuk mendorong terwujudnya masa depan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan bagi negara-negara berkembang.

“Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan berarti kesejahteraan diwujudkan baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo mengingatkan dalam empat tahun mendatang, dunia akan memasuki tahun 2030 yang menjadi tenggat pencapaian Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Berbagai komitmen global telah disepakati untuk mengentaskan kemiskinan, melindungi lingkungan, serta membangun institusi yang lebih kuat dan inklusif.

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa semangat dan komitmen pembangunan global tidak boleh berhenti setelah tahun 2030.

“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” katanya.

Menurut Prabowo, Agenda 2030 bukan sekadar upaya memenuhi target pembangunan dalam kurun waktu tertentu. Lebih dari itu, agenda tersebut harus menjadi instrumen untuk memastikan negara-negara berkembang memperoleh posisi yang lebih adil dan setara dalam tatanan global.

“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita, serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” kata Presiden.

Karena itu, Presiden menilai sudah saatnya suara negara-negara Global South mendapat ruang yang lebih besar dalam berbagai forum internasional. Hal tersebut tidak hanya penting untuk mempercepat pencapaian Agenda 2030, tetapi juga menentukan arah pembangunan global setelah periode tersebut.

“Oleh karena itu, sudah sewajarnya suara negara-negara Global South didengar, tidak hanya dalam mempercepat pelaksanaan Agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah masa depan setelahnya,” ucap Presiden.

Melalui forum BRICS, Indonesia mendorong terbangunnya kerja sama yang lebih erat antarnegara berkembang. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan, memperluas peluang pembangunan, serta mewujudkan tata kelola global yang lebih inklusif dan mencerminkan kepentingan seluruh negara di dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....