Kadin: Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
- 04 Agt 2026 15:10 WIB
- Samarinda
Sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan mendapat apresiasi dari kalangan dunia usaha.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai berbagai program yang dijalankan pemerintah telah memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat kecil dan para petani di berbagai daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya, dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah.
Dikutip dari laman Setneg, go.id. Selasa 4 Agustus 2026. Yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat 31 Juli 2026.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Jayabaya, program tersebut telah memberikan dampak positif bagi anak-anak sekolah, terutama yang berada di desa-desa dan wilayah terpencil yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap makanan bergizi.
“Itu anak sekolah di desa-desa terpencil, Pak. Makan pagi, makan siang juga tidak, Pak. Tapi dengan adanya MBG, program Pak Prabowo ini, ini luar biasa, Pak,” ujar Jayabaya.
Ia menilai program MBG pemenuhan kebutuhan gizi anak dan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain program MBG, Jayabaya juga mengapresiasi komitmen pemerintah yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Menurutnya, langkah tersebut sangat penting untuk memastikan ketersediaan pangan bagi sekitar 280 juta penduduk Indonesia melalui peningkatan produksi dalam negeri.
“Tapi dengan Presiden Bapak, Bapak melakukan adalah langkah nomor wahid ketahanan pangan. Ketersediaan pangan, ya. Ini sangat kita dukung, Pak,” tuturnya.
Untuk ketahanan pangan nasional, Kadin mendorong pemerintah terus memperkuat penyediaan bibit unggul yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
Memperluas akses pembiayaan bagi petani, serta mengoptimalkan peran penyuluh pertanian lapangan.
Upaya-upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.
Jayabaya juga memberikan apresiasi terhadap penyederhanaan tata kelola distribusi pupuk yang telah dilakukan pemerintah.
Menurutnya, kebijakan tersebut berhasil mengurangi kerumitan birokrasi yang selama ini menjadi kendala bagi petani dalam memperoleh pupuk.
“Yang ketiga, Pak Presiden, adalah pupuk. Pupuk ini sudah diubah sekarang. Sudah bagus, yang sulit petani itu pupuk,” katanya.
Di luar sektor pangan, Jayabaya menyoroti besarnya peluang investasi di berbagai daerah.
Ia menyebut pengembangan kawasan industri dan masuknya investasi industri garmen di Kabupaten Lebak, Banten, sebagai contoh potensi ekonomi daerah yang terus berkembang.
Menurutnya, kemudahan perizinan, dukungan infrastruktur, serta ketersediaan energi menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia dan menarik lebih banyak investasi global.
Jayabaya menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo memberikan optimisme bagi dunia usaha untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah.
Kadin, lanjutnya, siap menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kali ini ber-partner dengan pemerintah dan kita siap mendukung langkah Pak Prabowo,” ujarnya.
Dukungan dari kalangan dunia usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Mendorong investasi, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia. ( **)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....