Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman, Pemerintah Tegaskan Harga Subsidi Tidak Naik
- 30 Jul 2026 08:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional berada dalam kondisi aman di tengah ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan cadangan BBM, minyak mentah (crude oil), dan LPG nasional masih berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kami juga melaporkan tentang geopolitik peperangan yang ada di Timur Tengah yang belum selesai. Namun, stok BBM kita dan crude insyaallah berada di atas standar minimum nasional, termasuk kondisi LPG," ujar Bahlil kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 28 Juli 2026.
Dikutip dari laman Sekretariat Negara, pemerintah juga memastikan harga BBM bersubsidi dan LPG bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan.
"Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan. Jadi, tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi, termasuk LPG subsidi," kata Bahlil.
Selain menjaga stabilitas harga energi, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan arahan khusus agar pasokan BBM bagi nelayan tetap terjamin. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas ekonomi di sektor kelautan tidak terganggu.
"Bapak Presiden mengarahkan agar BBM untuk nelayan benar-benar menjadi perhatian sehingga mereka dapat terus menjalankan usahanya," ujar Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga melaporkan upaya pemerintah dalam meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan mineral melalui penataan tata kelola pertambangan.
"Kami melaporkan kepada Presiden Prabowo mengenai penataan sektor pertambangan dalam rangka meningkatkan PNBP," katanya.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui percepatan program listrik desa, pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), serta pembenahan tata kelola sektor energi. Langkah tersebut diharapkan dapat mewujudkan kedaulatan energi yang terjangkau, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....