Prabowo dan Bahlil Bahas Ketahanan Energi, Percepat Peralihan LPG ke CNG

  • 12 Jun 2026 21:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis 11 Juni 2026, untuk membahas berbagai isu strategis terkait ketahanan energi nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan perlunya percepatan pengembangan sumber energi alternatif sebagai langkah menghadapi dinamika geopolitik global yang hingga kini belum menunjukkan kepastian.

Dikutip dari Setneg.go.id, Jumat 12 Juni 2026, Menteri ESDM menjelaskan fokus utama pemerintah adalah mempercepat program peralihan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi nasional.

Selain itu, pendataan sektor pertambangan juga menjadi agenda penting guna memperkuat tata kelola sumber daya alam agar lebih baik dan transparan.

Kesiapan pasokan energi nasional, termasuk kelistrikan dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Bahlil menegaskan, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga BBM bersubsidi maupun LPG bersubsidi sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi akan disesuaikan dengan perkembangan pasar.

Terkait pasokan batu bara untuk pembangkit listrik nasional, Menteri Bahlil menyampaikan bahwa kondisinya masih aman dengan penugasan mencapai 170 juta ton. Adapun sejumlah kendala teknis pada mesin PLN saat ini sedang dalam proses penyelesaian agar pasokan listrik tetap stabil.

Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui kebijakan yang strategis dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....