Prabowo Terima Artefak Budaya Indonesia dari FBI Amerika Serikat

  • 27 Jul 2026 10:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di kediaman resmi Presiden di Kertanegara, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam upaya pengembalian artefak budaya Indonesia yang diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.

Dalam pertemuan itu, Direktur FBI menyerahkan sejumlah artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai simbol keberhasilan kerja sama repatriasi antara Pemerintah Indonesia dan FBI. Penyerahan tersebut menjadi bukti nyata komitmen kedua negara dalam melindungi warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Informasi tersebut disampaikan melalui laman resmi Presiden Republik Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa artefak yang dikembalikan sebelumnya telah melalui proses penelitian asal-usul atau provenance research. Setelah dipastikan berasal dari Indonesia, benda-benda tersebut dikembalikan secara resmi kepada pemerintah.

"Selain pembicaraan secara formal, Bapak Kash Patel membawa serta artefak budaya yang selama ini diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal. Setelah dilakukan penelitian asal-usul, benda-benda tersebut akhirnya dikembalikan dan diserahkan langsung kepada Presiden Prabowo," ujar Fadli Zon.

Artefak yang dipulangkan berasal dari Papua dan merupakan warisan budaya masyarakat Suku Dani, Suku Asmat, serta masyarakat di kawasan Danau Sentani. Menurut Fadli, benda-benda tersebut memiliki nilai historis dan budaya yang sangat penting karena menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa proses repatriasi merupakan langkah nyata dalam memulihkan kedaulatan budaya nasional.

Fadli juga mengungkapkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan FBI dalam pengembalian benda budaya bukanlah yang pertama. Sebelumnya, FBI telah membantu mengembalikan berbagai artefak bersejarah Indonesia, termasuk arca-arca perunggu dan benda budaya lain yang hilang akibat pencurian maupun penyelundupan. Pemerintah berharap sinergi tersebut terus diperkuat dengan dukungan Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Luar Negeri.

Sebagai tindak lanjut, seluruh artefak yang telah dipulangkan akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dipelajari dan dinikmati masyarakat luas. Pemerintah menilai pengembalian benda-benda bersejarah tersebut tidak hanya memperkaya koleksi nasional, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....