Kemkomdigi menargetkan kecepatan internet nasional 100 Mbps

  • 06 Jul 2026 10:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Medan - Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan pemerataan akses internet hingga ke wilayah pinggiran,

Sehingga masyarakat di seluruh Indonesia dapat menikmati layanan yang lebih cepat, merata, dan terjangkau.

Dilansir dari Komdigi.go.id. Senin 6 Juli 2026. Nezar Patria, menegaskan bahwa akses internet berkualitas sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat modern.

Oleh karena itu, pemerintah terus memastikan pembangunan konektivitas dapat menjangkau seluruh wilayah tanah air.

Sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang semakin pesat.

"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," ujar Wamen Nezar.

Disaat memberikan arahan kepada pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatera Utara, Sabtu 04 Juli 2026.

Peningkatan kualitas konektivitas ini merupakan bagian dari strategi Kemkomdigi melalui visi “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”.

Infrastruktur digital yang semakin baik diharapkan dapat menjadi fondasi utama berkembangnya ekonomi digital,

Peningkatan produktivitas masyarakat, serta perluasan akses terhadap layanan publik berbasis digital.

Untuk mewujudkan target tersebut, Kemkomdigi mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan mereka.

Hal ini meliputi perluasan pembangunan serat optik, penguatan layanan fixed broadband,

Dan pemanfaatan teknologi satelit guna menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani dengan optimal.

“Kami mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal agar dapat menjangkau daerah pinggiran,

Sehingga masyarakat memperoleh akses internet yang lebih terjangkau dan kualitas layanan yang meningkat,” ujar Wamen Nezar.

Meski demikian, pemerataan akses internet masih menjadi pekerjaan besar pemerintah.

Laporan mengenai wilayah tanpa sinyal atau blank spot masih ditemukan.

Termasuk di beberapa daerah di Pulau Jawa. Pemerintah pun mengembangkan pendekatan terpadu dalam membangun konektivitas nasional.

Mengombinasikan infrastruktur serat optik, layanan broadband tetap, dan konektivitas satelit agar layanan internet semakin andal dan merata.

Menurut Wamen Nezar, kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas terus meningkat, bahkan dalam situasi bencana.

Pengalaman menunjukkan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan mendesak setelah bantuan logistik.

Ketika terjadi bencana, selain permintaan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal.

"Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Kemkomdigi berkomitmen meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Agar transformasi digital dapat dinikmati secara merata dan membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, khususnya di daerah-daerah pinggiran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....