Tutup Hari Doa Nasional di IKN, Doa Bersama Mengalir untuk Indonesia
- 06 Jul 2026 02:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Rangkaian acara Hari Doa Nasional 2026 resmi berakhir dengan khidmat di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Minggu 7 Juli 2026. Penutupan agenda besar ini ditandai melalui aksi nyata pelestarian alam berupa penanaman pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis. Selain itu, para peserta juga melakukan kunjungan resmi ke Istana Negara Nusantara dan Taman Kebangsaan sebagai simbol komitmen menjaga persatuan nasional serta keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan berskala nasional ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya, Fanny Jossy Kusumo (Ketua Umum Hari Doa Nasional), Basuki Hadimuljono (Kepala Otorita IKN), Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo (Wakapolda Kalimantan Timur), Pimpinan delapan aras gereja nasional, unsur Forkopimda dan ribuan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Hari Doa Nasional, Fanny Jossy Kusumo, menegaskan kesuksesan acara ini merupakan bukti nyata dari kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, gereja, relawan, dan masyarakat.
" Jangan biarkan api ini berhenti di IKN. Biarlah api ini terus menyala di gereja kita, di dalam keluarga kita, di tengah generasi muda, dan di setiap tempat kita berkarya. Api untuk berdoa, mengasihi, melayani, dan menjadi berkat,” ujarnya, pada Minggu 5 Juli 2026.
Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI), Otorita IKN, Pemerintah Provinsi Kaltim, Pemerintah Kota Balikpapan, DPRD, Forkopimda, serta jajaran Polda Kaltim.
Fanny mengingatkan, penutupan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan doa yang harus terus menyala di lingkungan keluarga, gereja, dan masyarakat. Penanaman pohon di IKN pun dimaknai sebagai lambang pertumbuhan semangat doa dan harapan bagi masa depan bangsa.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik dan mengapresiasi pemilihan IKN sebagai lokasi penutupan Hari Doa Nasional. Basuki menyatakan bahwa dukungan doa dari seluruh umat beragama merupakan kekuatan spiritual yang sangat penting dalam menyukseskan pembangunan ibu kota baru.
“Saya percaya apa pun yang kami lakukan dalam membangun IKN, tanpa doa dari seluruh umat beragama tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Basuki.
Pada kesempatan tersebut, Basuki juga memberikan klarifikasi resmi terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai IKN. Ia menegaskan bahwa putusan MK justru memperkuat Undang-Undang Nomor 3 tentang Ibu Kota Negara, sehingga tidak ada penghentian pembangunan.
Pembangunan IKN akan terus berlanjut. Penetapan Nusantara sebagai ibu kota dilakukan melalui Keputusan Presiden, dan pemerintah menargetkan itu pada 2028 setelah seluruh prasyarat pembangunan selesai,” ujarnya.
Berdasarkan rencana strategis pemerintah, Nusantara akan resmi ditetapkan sebagai ibu kota negara melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang ditargetkan terbit pada tahun 2028, yaitu setelah pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif rampung seluruhnya. Selain infrastruktur fisik, pengembangan sumber daya manusia di IKN juga menunjukkan progres nyata, salah satunya ditandai dengan mulai beroperasinya SMA Taruna Nusantara di kawasan IKN pada tahun ini.
“Kami berharap doa tidak berhenti di Nusantara, tetapi terus mengalir untuk Indonesia,” kata Basuki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....