Presiden Dorong BUMN Perkuat Riset dan Inovasi untuk Kemandirian Industri

  • 30 Jun 2026 14:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan riset dan inovasi serta percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian industri nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu 28 Juni 2026.

Dikutip dari laman Sekretariat Negara (Setneg), Selasa 30 Juni 2026, Presiden menyambut baik usulan agar setiap BUMN mengalokasikan sebagian laba perusahaan untuk mendukung kegiatan riset dan inovasi guna meningkatkan daya saing industri nasional.

"Tadi juga ada usul agar setiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan inovasi. Ini usul yang bagus," ujar Presiden.

Presiden juga mengapresiasi peningkatan kinerja BUMN yang mulai menunjukkan hasil positif dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, pembenahan menyeluruh tetap diperlukan agar perusahaan negara dapat beroperasi lebih efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Terima kasih, satu tahun ini sudah mulai ada laba," katanya.

Presiden menjelaskan pemerintah saat ini tengah melakukan penataan jumlah dan tata kelola BUMN agar lebih efisien, profesional, dan memiliki struktur organisasi yang rasional tanpa beban biaya operasional yang tidak produktif.

Dari lebih dari seribu BUMN yang pernah ada, pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan. Ke depan, jumlah BUMN ditargetkan menjadi sekitar 250 hingga 300 perusahaan.

"Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal sekitar 300. Bagaimana Pak Dony, ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250," kata Presiden.

Menurut Presiden, penyederhanaan tersebut penting agar anggaran negara dapat dimanfaatkan secara lebih produktif bagi kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan BUMN harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

"Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. Ada 750 direktur utama, direksi, komisaris, dengan biaya overhead yang sangat besar. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya membayar biaya operasional," ujar Presiden.

Presiden menargetkan proses transformasi BUMN dapat diselesaikan dalam dua tahun ke depan sehingga perusahaan negara menjadi lebih efisien, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"Kita harus rasional dan efisien. Dalam dua tahun kita akan membuat BUMN lebih efisien, lebih transparan, dan lebih bekerja untuk rakyat," ujarnya.

Selain itu, Presiden Prabowo menyambut baik kerja sama antara perguruan tinggi dengan berbagai institusi di dalam maupun luar negeri dalam mendukung pengembangan riset, inovasi, dan industri nasional.

Penutupan KSTI 2026 menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem riset dan industri yang kuat melalui BUMN yang sehat, efisien, dan berdaya saing, serta kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri dan kompetitif di tingkat global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....