Presiden Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 di Bangkalan

  • 24 Jun 2026 11:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang digelar di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa 23 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa” dan menjadi puncak rangkaian forum strategis organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Dilansir dari Setneg.go.id, Rabu 24 Juni 2026, kehadiran Presiden Prabowo menjadi momen penutup penting dalam agenda tersebut.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu Syubbanul Wathan serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf menyampaikan laporan kegiatan.

Selanjutnya, Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar memberikan tausiyah, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebelum Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan sekaligus menutup secara resmi Munas dan Konbes NU 2026.

Dalam laporannya, K.H. Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo yang dinilai menambah semangat dan kebahagiaan keluarga besar NU. Ia juga menegaskan komitmen NU dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara. Rakyat yang siap berjuang, yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Rakyat yang tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme akan Indonesia,” ujar K.H. Yahya Cholil Staquf.

Gus Yahya juga menegaskan bahwa NU berkomitmen untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengabdi bagi bangsa dan negara. Ia turut memohon doa agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan pada Agustus mendatang dapat berjalan lancar.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih atas undangan dan kehormatan yang diberikan untuk hadir di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ia juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan NU sejak masa kecil.

“Saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama, nyaman dan aman,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai NU memiliki karakter kuat sebagai organisasi keagamaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme. Ia menyoroti semangat cinta Tanah Air yang telah menjadi bagian dari identitas NU, termasuk melalui lagu Syubbanul Wathan.

“Nahdlatul Ulama adalah organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta Tanah Air. Jadi agamis, tetapi juga nasionalis dan patriotik,” kata Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan apresiasi atas kontribusi besar NU dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Menurutnya, NU senantiasa hadir dalam berbagai situasi sulit dan berperan sebagai pilar penting dalam menjaga persatuan nasional.

“Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. NU adalah faktor stabilisator yang menjaga keamanan bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo.

Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 ditandai dengan penabuhan kentongan oleh Presiden Prabowo Subianto, didampingi oleh Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua MUI K.H. M. Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya forum strategis NU sekaligus peneguhan komitmen untuk menjaga marwah organisasi serta memperkuat pengabdian bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....