Akademisi Dukung Arah Kebijakan Energi Nurkir Pemerintah
- 03 Feb 2026 20:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan – Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kini tidak lagi sekadar wacana, melainkan menjadi kebutuhan strategis dalam upaya mencapai kedaulatan energi nasional. Dalam diskusi yang digelar di Balikpapan, Senin 3 Februari 2026, para pakar menilai teknologi nuklir telah bertransformasi menjadi solusi energi yang bersih, murah, dan aman.
Ekonom Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menekankan energi nuklir menawarkan efisiensi jangka panjang. Menurutnya, teknologi nuklir saat ini telah memasuki generasi keempat, yang jauh lebih aman dibandingkan generasi sebelumnya.
“Keamanannya sangat tinggi dan dirancang khusus untuk tahan terhadap guncangan gempa bumi. Dari sisi ekonomi, harganya kompetitif karena biaya produksi per kilowatt hour (kWh) lebih murah dibandingkan energi fosil dalam skala besar,” ujar Purwadi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman.
Purwadi menambahkan, teknologi nuklir juga memiliki dampak turunan yang signifikan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Di bidang kesehatan, pengembangan kedokteran nuklir memungkinkan penanganan penyakit jantung tanpa tindakan operasi.
Sementara di sektor pertanian, teknik radiasi mampu meningkatkan produktivitas lahan secara drastis. Panen yang sebelumnya hanya dua kali dalam setahun, dapat meningkat hingga enam kali. Selain itu, teknologi iradiasi pangan mampu menjaga kualitas makanan hingga satu tahun tanpa merusak kandungan gizinya.
Senada dengan itu, Andi Jumardi dari Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Migas Balikpapan menegaskan, Indonesia memiliki modal sumber daya manusia yang kuat. Menurutnya, peneliti dan teknisi dalam negeri sangat siap mengelola teknologi nuklir modern.
Ia juga menyebutkan, cadangan uranium tersedia di Kalimantan Barat, sehingga dapat menjamin ketersediaan bahan bakar nuklir secara mandiri di masa depan.
Meski demikian, pakar kebijakan publik Saipul mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pengembangan PLTN. Nuklir dipandang sebagai “tabungan energi” bagi generasi mendatang ketika cadangan batu bara dan minyak bumi semakin menipis.
“Persiapan infrastruktur yang matang serta mitigasi risiko yang komprehensif menjadi kunci agar teknologi nuklir dapat memberikan manfaat maksimal dengan risiko minimal,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....