Diaspora Indonesia: IKN adalah Kota Dunia untuk Semua

  • 04 Agt 2025 22:25 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Nusantara : Visi Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai “kota dunia untuk semua” menjadi sorotan utama dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-8. Diskusi ini menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti Prof. Dr. Bambang Susantono, Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, serta para arsitek ternama seperti Daliana Suryawinata dan Sofian Sibarani.

Bambang Susantono, mantan Kepala Otorita IKN, menjelaskan bahwa sebuah kota global harus memiliki pengaruh kuat dalam empat pilar utama. Yaitu ekonomi, politik, pendidikan, dan budaya. Menurutnya, hal ini bisa dilihat dari berbagai indikator global.

“Kita bisa saja mendeklarasikan kota sebagai kota global, tapi kalau tidak diakui dunia, itu tidak berarti apa-apa,” ujarnya dalam diskusi pada 2 Agustus 2025 di Kantor Kemenko 3 IKN.

Bambang menekankan bahwa keberhasilan IKN juga ditentukan oleh kohesi sosial dan rasa memiliki warganya. “Kota harus livable (layak huni) dan lovable (dicintai),” katanya.

Mantan Kepala OIKN, Bambang Susantono berbicara mengenai konsep IKN dalam forum kongres diaspora di IKN. Foto: Humas OIKN.

Ia menjelaskan bahwa kota layak huni harus menjunjung kesetaraan, keberagaman, dan partisipasi masyarakat. “Warga perlu terlibat dalam perencanaan kota dan punya akses ke sumber daya dan kesempatan,” tambahnya.

BACA JUGA:

Harmoni Nusantara Menggema dalam Penutupan CDI-8 di IKN

Mimpi Besar IKN Mulai Jadi Kenyataan

Menurut Bambang, ada lima karakter kota global:

1. Ekonomi yang kuat dan mudah berusaha, termasuk sistem digital.

2. Kualitas hidup yang tinggi – udara bersih, air minum aman, dan konsep kota 15 menit.

3. Infrastruktur dan teknologi canggih – bahkan ia membayangkan robot akan berlalu-lalang di IKN.

4. Tata kelola dan kepemimpinan yang baik.

5. SDM unggul dan bertalenta.

Sofian Sibarani, perancang utama IKN, menekankan pentingnya pembangunan yang berpusat pada warga. Sejak awal, timnya telah melibatkan masyarakat lokal, termasuk warga Desa Sepaku, dalam proses perencanaan. "Pembangunan IKN berpijak pada aspirasi masyarakat," ujarnya, menegaskan bahwa kota ini dibangun untuk semua, termasuk mereka yang sudah tinggal di sana jauh sebelum proyek dimulai.

Sementara Laksamana Marsetio juga menyoroti peran diaspora, yang menurutnya memiliki tugas merangkul seluruh generasi untuk mewujudkan visi IKN.

BACA JUGA:

Perancang IKN, Sibarani Sofian Beberkan Konsep Awal Pembangunan

Diskusi ini memperkuat pandangan bahwa IKN bukan hanya kota administratif baru, melainkan kota peradaban yang menyatukan daya saing global dengan nilai-nilai sosial yang kuat. Visi "Kota Dunia untuk Semua" adalah janji kolektif untuk membangun kota yang tangguh, terbuka, dan bermartabat.

Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, mengungkapkan alasan di balik pemilihan IKN sebagai lokasi kongres. "Kami datang untuk menyaksikan sendiri dan mengajak dunia melihat," katanya.

Dia menegaskan, kehadiran diaspora di IKN membuktikan bahwa Nusantara bukanlah sekadar rencana, melainkan kenyataan yang akan menjadi masa depan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berakar kuat pada budayanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....