Kuliner Lebaran Khas Sunda
- 05 Apr 2025 09:52 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Lebaran merupakan waktu yang paling dinantikan oleh umat Muslim di Indonesia. Tradisi berkumpul bersama keluarga, bertukar salam maaf, dan tentunya menikmati hidangan lezat bersama-sama menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini. Mulai dari opor ayam, rendang, sambal goreng, hingga aneka kue kering, berbagai hidangan khas selalu hadir di meja makan. Tak ketinggalan, orang Sunda juga memiliki makanan khas Lebaran yang tak kalah lezat dan menggugah selera.
Teh Iis, pengisi acara Pesona Antar Komunitas Sunda di Pro 4 RRI Samarinda, mengungkapkan bahwa menu Lebaran di keluarganya selalu terdiri dari beberapa hidangan wajib. "Kalau saya sendiri, menu Lebaran yang selalu ada adalah opor, sambel goreng ati, dan yang satu lagi yang wajib ada, karena orang Sunda suka pedas, yaitu ase cabe," ujar Teh Iis.
Ase cabe merupakan masakan khas Sunda yang terbuat dari cabe gendot, jenis cabai bulat yang memiliki rasa pedas yang sedap, namun tidak terlalu tajam. Biasanya, cabai gendot ini digunakan dalam pembuatan ase cabe atau ditumis dengan bumbu lain. "Cabe gendot ini cenderung mahal saat menjelang Lebaran karena banyak peminatnya. Di setiap rumah pasti ada," tambahnya.
Teh Iis menjelaskan, hidangan opor ayam atau lontong biasanya disajikan bersama dengan ase cabe untuk menambah cita rasa pedas. "Cabe gendot yang bagus itu yang berwarna hijau," kata Teh Iis, yang juga menambahkan bahwa cabai gendot sulit ditemukan di pasar Samarinda, namun ia berhasil mendapatkannya melalui keluarga yang membawakan dari luar daerah.
Selain itu, dalam tradisi kuliner keluarga Sunda, terdapat beberapa hidangan lainnya seperti empal (disebut gepuk oleh orang Sunda), semur ikan biasanya menggunakan ikan mas atau nila, serta tentunya ase cabe. "Waktu kecil di Bandung, ketupat itu nggak terlalu ada. Tapi ibu saya suka bikin uras, yang mirip ketupat tapi cara mengolahnya berbeda. Beras diaron dulu, setengah jadi baru ditumbuk halus, lalu dibungkus daun pisang. Biasanya dimakan dengan opor," kenang Teh Iis.
Menurutnya, hidangan Lebaran di kampung halaman dulu sangat alami. Ayam kampung yang dipelihara sendiri dipotong, ikan diambil langsung dari kolam, dan bahkan bihun goreng pun memiliki cita rasa yang berbeda. "Bihun di sini warnanya putih, sementara di Sunda dikasih kecap jadi lebih berwarna," tuturnya.
Setelah dua atau tiga hari, sisa-sisa masakan tersebut akan dicampur menjadi satu, yang dikenal dengan nama balendrang. "Balendrang ini enak banget, mulai dari sisa opor, ase cabe, sambel goreng, semua dicampur jadi satu," ujarnya sambil tersenyum.
Tak ketinggalan, cemilan khas Lebaran orang Sunda yang identik dengan ketan. Peyem ketan, dodol, opak kolontong, dan wajik menjadi sajian yang tak boleh terlewatkan. Semua hidangan ini menjadi penanda betapa kayanya budaya kuliner Sunda saat merayakan Lebaran, dengan kekayaan rasa yang memanjakan lidah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....