Kuliner Tiliaya Khas Gorontalo pada Hari Anak Nasional 2026

  • 04 Agt 2026 15:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Gorontalo - Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama siswa siswi SMA Negeri 1 Limboto saat menikmati makanan khas Gorontalo Tiliaya.

Tiliaya bukan sekadar hidangan pencuci mulut biasa dalam kebudayaan masyarakat Gorontalo, yang menyimpan filosofi mendalam tentang kebugaran dan kekuatan fisik.

Aroma khas gula merah, gurihnya santan, dan wangi rempah-rempah yang dikukus bersama telur menyeruak lembut di kawasan Taman Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu 22 Juli 2026.

Di tengah gelak tawa ratusan anak sekolah sebungkus penganan tradisional khas Gorontalo bernama Tiliaya menjadi sajian utama pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42.

Pada perayaan HAN tahun ini, Tiliaya sengaja dihadirkan kembali di tengah generasi muda agar tradisi penganan lokal tidak tergerus oleh maraknya makanan instan.

Momen kebersamaan tersebut semakin meriah tatkala sebanyak 500 porsi tiliaya dibagikan kepada para siswa yang hadir.

Kegiatan makan bersama ini menjadi simbol untuk menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal asupan pangan bergizi alami.

Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan pengenalan tiliaya kepada generasi muda untuk melestarikan kearifan lokal secara berkelanjutan.

Dikutip dari laman Komdigi.go.id pada Selasa 4 Agustus 2026. Kearifan lokal berupa makanan tiliaya ini harus dipertahankan dan terus dilestarikan.

"Tiliaya mengandung bahan-bahan alami seperti gula merah, telur, santan, serta rempah-rempah," kata wagub di sela-sela acara.

Selain membawa misi kelestarian kuliner lokal, perayaan HAN ke-42 di Kabupaten Gorontalo ini juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter anak sejak dini.

Anak-anak diajak untuk mempraktikkan tujuh kebiasaan anak hebat, mulai dari mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, bersosialisasi, gemar belajar, hingga disiplin mengatur waktu tidur.

Di tengah gempuran ketergantungan pada gawai, edukasi mengenai pembatasan waktu layar, dan pentingnya waktu istirahat yang cukup turut menjadi penekanan utama bagi para orang tua dan pendamping yang hadir.

Jika ingin menjadi anak yang hebat, maksimal pukul 10 malam sudah harus tidur agar keesokan harinya badan segar dan siap mengikuti berbagai kegiatan.

"Kebiasaan baik inilah yang akan membentuk generasi yang sehat dan berkualitas," ujar Idah kepada anak-anak.

Dukungan terhadap ruang ekspresi dan kesehatan mental anak juga mengemuka melalui apresiasi terhadap partisipasi aktif Forum Anak.

Keberadaan wadah ini dinilai sangat krusial sebagai media menyalurkan aspirasi, melatih keberanian berpendapat, serta saling menguatkan antar sesama sebaya.

Langkah kecil dari Taman Limboto, melalui suapan hangat tiliaya dan pembiasaan gaya hidup sehat, menjadi salah satu pijakan nyata Pemprov dan Pemkab Gorontalo .

Dalam merawat tumbuh kembang anak secara utuh demi menyongsong lahirnya Generasi Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....