Pekerja Shift Malam Rentan Terhadap Gangguan Metabolisme

  • 26 Mei 2024 19:31 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Studi terbaru dari Washington State University (WSU) dan Pacific Northwest National Laboratory mengungkapkan bahwa pekerja shift malam memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan metabolisme, termasuk diabetes dan obesitas. Melansir dari Medical Daily, Hasil penelitian ini, yang diterbitkan dalam Journal of Proteome Research, menyoroti bahwa bahkan beberapa hari bekerja dalam jadwal shift malam dapat mengganggu ritme protein yang berperan dalam regulasi glukosa darah, metabolisme energi, dan peradangan. Hal ini dapat berdampak pada perkembangan kondisi metabolisme kronis.

Para peneliti merekrut sukarelawan yang menjalani simulasi shift malam atau siang selama tiga hari. Setelah itu, para peserta tetap terjaga selama 24 jam setelah shift terakhir mereka, tanpa adanya pengaruh dari faktor luar seperti pencahayaan, suhu, atau asupan makanan. Sampel darah diambil untuk mengidentifikasi protein dalam sistem kekebalan berbasis darah, beberapa di antaranya terkait erat dengan jam biologis utama.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta shift malam mengalami perubahan substansial dalam ritme protein, terutama yang terlibat dalam regulasi glukosa. Pembalikan ritme glukosa hampir lengkap terjadi pada peserta shift malam, dan tidak ada sinkronisasi dalam proses-produksi insulin dan sensitivitasnya. Hal ini dapat menyebabkan gangguan dalam menjaga kadar glukosa dalam kisaran yang sehat.

Penulis studi, Hans Van Dongen dari WSU Elson S. Floyd College of Medicine, mengatakan bahwa ketidakseimbangan ritme internal tubuh dapat menyebabkan stres kronis yang berpotensi memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang.

"Ada proses yang terkait dengan jam biologis utama di otak kita yang mengatakan bahwa siang adalah siang dan malam adalah malam dan proses lain yang mengikuti ritme yang ditetapkan di tempat lain dalam tubuh yang mengatakan malam adalah siang dan siang adalah malam. Ketika ritme internal tidak diatur, Anda memiliki stres abadi dalam sistem Anda yang kami yakini memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang," kata penulis studi senior Hans Van Dongen, dari WSU Elson S. Floyd College of Medicine dalam rilis berita.

Temuan ini menyarankan bahwa intervensi dini diperlukan untuk mencegah risiko gangguan metabolisme pada pekerja shift malam, seperti diabetes dan obesitas. Upaya ini juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke pada populasi ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....