Cegah Dehidrasi Musim Kemarau, Ini Pola Konsumsi Cairan yang Tepat
- 30 Sep 2026 19:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Mengantisipasi peningkatan suhu udara selama musim kemarau, pemenuhan kebutuhan cairan harian secara tepat menjadi langkah mitigasi utama yang wajib diterapkan masyarakat. Konsumsi air minum yang tidak mencukupi dapat dengan cepat menurunkan fungsi organ tubuh dan memicu komplikasi kesehatan lainnya.
Anjuran mengonsumsi air minum minimal 2 liter atau sekitar 8 gelas per hari menjadi standar umum. Namun, pada kondisi cuaca ekstrem dan tingginya intensitas aktivitas fisik di luar ruangan, kebutuhan cairan tubuh dapat meningkat lebih dari jumlah standar tersebut.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda, Bernadet Maria Sanjaya, membagikan tata cara menjaga keseimbangan cairan tubuh serta indikator sederhana untuk memantau status hidrasi mandiri.
"Salah satu cara paling mudah untuk mengecek apakah tubuh kita cukup cairan adalah dengan melihat warna urine. Jika berwarna jernih atau kuning muda, artinya hidrasi baik. Namun jika berwarna kuning gelap, itu sinyal tubuh membutuhkan asupan air segera," ujar Bernadet.
Selain air putih, konsumsi buah-buahan yang kaya kandungan air seperti semangka, melon, dan jeruk juga sangat dianjurkan untuk membantu menjaga hidrasi sekaligus menyuplai vitamin dan mineral penting bagi daya tahan tubuh.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi atau mengonsumsi secara bijak minuman yang bersifat diuretik seperti kopi, teh pekat, dan minuman berkafein tinggi karena dapat mempercepat pengeluaran cairan dari dalam tubuh melalui urine.
"Jangan menunggu merasa haus baru meminum air, karena rasa haus adalah sinyal bahwa tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi ringan. Minumlah secara teratur sepanjang hari," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....