Kualitas Udara Sangatta Memburuk, Dinkes Waspadai Lonjakan Kasus ISPA

  • 17 Sep 2026 20:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kutai Timur - Kualitas udara di Sangatta dan sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengalami penurunan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan serta meningkatnya titik panas pada akhir musim kemarau.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan, indeks kualitas udara atau AQI di wilayah tersebut telah mencapai angka 165 dan masuk kategori tidak sehat.

“Indeks kualitas udara sudah mencapai 165. Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena tingginya konsentrasi debu dan asap dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama saluran pernapasan,” kata Yuwana pada Kamis 17 September 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan, konsentrasi partikulat PM2.5 tercatat mencapai 82,8 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 mencapai 87,2 mikrogram per meter kubik.

Peningkatan pencemaran udara tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Kelompok yang paling rentan adalah balita, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit bawaan.

Dinkes Kutai Timur mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan masker atau pelindung pernapasan.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk mengurangi paparan asap. Jika harus beraktivitas di luar rumah, sebaiknya menggunakan pelindung pernapasan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Dinkes Kutai Timur terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan dan sebaran titik panas di wilayah Kutai Timur.

Selain itu, pelayanan kesehatan di puskesmas hingga rumah sakit disiagakan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan pasien dengan keluhan gangguan saluran pernapasan.

“Layanan kesehatan di tingkat puskesmas sampai rumah sakit terus kami siagakan. Jika terjadi peningkatan jumlah pasien, kami akan mempertimbangkan penambahan personel,” katanya.

Dinkes Kutai Timur mengingatkan masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya, terlebih jika kondisi semakin memburuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....