Arthur, Pesepeda 92 Tahun yang Terus Mengayuh

  • 22 Sep 2026 07:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Memasuki usia lanjut bukan berarti aktivitas fisik harus berhenti. Justru, tetap aktif bergerak menjadi bagian penting untuk menjaga kebugaran, kekuatan tubuh, keseimbangan, serta kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari.

Kisah Arthur Plummer, pria berusia 92 tahun asal Waterloo, Ontario, Kanada, yang masih rutin mengayuh sepeda, menjadi salah satu gambaran bahwa aktivitas fisik dapat terus dilakukan hingga usia lanjut. Plummer mulai bersepeda setelah pensiun pada usia 65 tahun dan hingga kini masih menjadi anggota klub sepeda senior.

Namun, manfaat bersepeda bagi lansia tidak terletak pada seberapa jauh jarak yang mampu ditempuh. Hal yang lebih penting adalah menjaga tubuh tetap aktif melalui kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing. Bersepeda dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas aerobik, selain berjalan kaki atau kegiatan fisik lainnya.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan orang berusia 65 tahun ke atas melakukan sedikitnya 150 hingga 300 menit aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang dalam sepekan. Aktivitas tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk bersepeda. Bagi lansia dengan keterbatasan mobilitas, WHO juga merekomendasikan aktivitas yang membantu meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh.

Aktivitas fisik secara teratur memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan lansia. WHO menyebut aktivitas fisik dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengurangi risiko sejumlah penyakit tidak menular, mendukung kesehatan mental dan kognitif, serta membantu mencegah penurunan fungsi tubuh dan risiko jatuh.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menganjurkan lansia mengombinasikan aktivitas aerobik dengan latihan penguatan otot dan latihan keseimbangan. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga kemampuan seseorang untuk tetap mandiri dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Karena itu, bersepeda pada usia lanjut sebaiknya tidak dipandang sebagai aktivitas untuk mengejar jarak atau kecepatan. Yang lebih penting adalah konsistensi bergerak dengan intensitas yang sesuai. Lansia yang belum terbiasa beraktivitas dapat memulainya secara bertahap dan menyesuaikannya dengan kemampuan tubuh. Kisah Arthur menunjukkan bahwa kebiasaan aktif dapat dipertahankan hingga usia lanjut, tetapi setiap orang tetap perlu memilih bentuk dan tingkat aktivitas yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....