Kenali Gejala Peradangan Sendi Lutut: Penyebab, Bunyi Kletek, dan Faktor Risiko

  • 29 Jul 2026 08:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Sensasi bunyi 'kletek-kletek' atau rasa mengganjal pada sendi lutut saat beraktivitas sering kali dianggap sebagai pegal biasa oleh sebagian besar masyarakat. Padahal, gejala klinis tersebut dapat menjadi penanda awal terjadinya proses degeneratif atau peradangan sendi yang dikenal sebagai osteoartritis. Kondisi ini terjadi akibat penipisan bertahap pada bantalan tulang rawan yang berfungsi meredam gesekan antar-tulang.

Peradangan sendi memicu proses inflamasi secara terus-menerus yang menyebabkan area lutut terasa nyeri, kaku, hingga membengkak. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis, struktur persendian dapat mengalami deformitas atau perubahan bentuk fisik menjadi melengkung seperti huruf O atau X. Kondisi ini secara signifikan akan menurunkan mobilitas harian penderita, bahkan untuk sekadar naik turun tangga.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Dirgahayu Samarinda, dr. Mia Fajarningtias, Sp.KFR, AIFO-K, menjelaskan mekanisme terjadinya peradangan sendi tersebut. "Sensasi bunyi atau aus itu sebenarnya proses degeneratif. Terjadi proses inflamasi atau peradangan terus-menerus yang akhirnya memicu artritis, baik karena faktor usia tua maupun trauma berulang," ujarnya dalam siaran Dokter Etam Pro 4 RRI Samarinda pada Kamis, 23 Juli 2026.

Terdapat dua kelompok faktor risiko yang memengaruhi keparahan penyakit peradangan sendi pada manusia. Faktor yang tidak dapat diubah meliputi usia di atas 50 tahun, jenis kelamin perempuan yang lebih rentan, serta faktor keturunan atau genetik. Sementara itu, faktor yang sangat bisa dimodifikasi adalah tingkat berat badan dan kebiasaan beban aktivitas fisik harian.

"Faktor yang tidak bisa kita ubah itu usia, jenis kelamin wanita, dan genetik. Namun yang paling bisa kita modifikasi adalah berat badan, karena beban berlebih langsung menekan persendian," kata dr. Mia menjabarkan pemicu utama peradangan.

Deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah kerusakan sendi yang lebih parah hingga ke tingkat destruksi tulang rawan. Pemeriksaan fisik awal oleh dokter spesialis beserta pemindaian foto radiologi (X-ray) sangat diperlukan untuk melihat celah antar-sendi secara presisi. Langkah diagnosa ini membantu menentukan derajat keparahan penyakit mulai dari tingkat ringan hingga berat.

Mengenali tanda-tanda awal peradangan sendi memungkinkan penderita mendapatkan intervensi medis yang tepat sebelum terjadi komplikasi gerak. Edukasi mengenai kesehatan persendian harus ditingkatkan agar masyarakat tidak mengabaikan rasa nyeri yang muncul. Pemahaman yang baik tentang penyakit ini akan membantu menjaga kualitas hidup dan kemandirian fisik hingga usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....