Dinkes Catat Peningkatan ISPA di Samarinda Nyaris 30 Persen per September
- 18 Sep 2026 09:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), meningkat sepanjang September 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat kenaikan kasus seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih mengatakan, kasus ISPA terpantau meningkat sejak 1-17 September 2026. Bahkan, peningkatan tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan Agustus.
“Kalau kemarin Agustus terhadap Juli dan Juni itu 22,8 persen. Ini September meningkat terus, hampir di atas 30 persen,” kata Ismed, dikutip rri.co.id, Jumat, 18 September 2026.
Agar peningkatan kasus tidak semakin signifikan, Ismed mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta penerapan pembelajaran daring bagi anak sekolah.
Di samping itu, ia juga memastikan ketersediaan obat hingga peralatan di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) masih aman untuk mengantisipasi potensi kenaikan ISPA.
"Kalau melihat dari kesiapan pengobatan dan peralatan kesehatan untuk mengantisipasi ini insyaAllah siap. Kami juga sudah mempersiapkan antisipasi obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), karena dari Satgas pemerintah kota kan juga ada anggaran untuk kesiapsiagaan terhadap bencana ini," kata Ismed.
Tidak bekerja sendiri, Dinkes Samarinda juga menggandeng Kementerian Kesehatan untuk memastikan kesediaan alat maupun obat. Menurut Ismed, koordinasi dilakukan secara intensif melalui grup komunikasi yang melibatkan 10 kabupaten/kota di Kaltim.
"Kita ada WhatsApp grup. Misalnya, kemarin saat kabut asap ini meningkat, mereka meminta kebutuhan masker. Kemudian apa-apa saja yang berhubungan dengan itu dan ini selalu update ya. Jadi setiap hari kita intensif berkomunikasi," ujar Ismed.

Namun Ismed menekankan, penanganan ISPA tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat.
Ia meminta warga Kota Tepian memahami bahaya akibat paparan udara tercemar, terutama bagi kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan.
"Gunakan alat pelindung diri (APD) saat berkegiatan di luar. Kalau pakai masker, gunakan masker bedah dengan dilapisi kain atau masker N95," ucap Ismed, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....