Kasus ISPA Meningkat, Kaltim Waspadai Dampak Kemarau

  • 31 Agt 2026 11:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan masyarakat. Kondisi cuaca kering dan angin kencang membuat debu lebih mudah beterbangan sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah kabupaten dan kota mengalami peningkatan seiring berlangsungnya musim kemarau. Namun, peningkatan kasus tersebut masih berada dalam kisaran 10 hingga 20 persen.

Berdasarkan data Dinkes Kaltim sejak Januari, Balikpapan mencatat 66.468 kasus ISPA, disusul Samarinda sebanyak 48.230 kasus. Sementara itu, Kutai Kartanegara mencatat 29.153 kasus dan Kutai Barat sebanyak 7.562 kasus.

Jaya menjelaskan, meningkatnya kekeringan selama musim kemarau, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, menyebabkan debu lebih mudah tersebar di udara. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang rentan.

“Kami terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Paparan debu perlu diantisipasi, terutama oleh anak-anak dan kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan. Langkah sederhana seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar dapat membantu mengurangi risikonya,” ujar Jaya dikutip dari rilis resmi Pemprov Kaltim pada Senin 31 Agustus 2026.

Pemprov Kaltim melalui Dinkes terus memantau kondisi kesehatan masyarakat dan mendorong langkah pencegahan di seluruh daerah. Masyarakat diimbau menggunakan masker di wilayah dengan paparan debu tinggi serta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan atau gejala gangguan saluran pernapasan. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga masyarakat Kaltim tetap sehat dan produktif di tengah musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....