Kabut Asap Karhutla Kaltim, Kapan Aman Berolahraga?

  • 04 Sep 2026 07:17 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Aktivitas olahraga masyarakat di Kalimantan Timur menghadapi tantangan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap. Berolahraga memang penting untuk menjaga kebugaran, tetapi ketika kualitas udara menurun, aktivitas fisik di luar ruangan justru dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke paru-paru sehingga paparan polutan ikut bertambah.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena BMKG masih mencatat potensi karhutla di Kalimantan Timur seiring kondisi cuaca yang relatif kering. Pada akhir Agustus, BMKG juga mendeteksi peningkatan titik panas di Kaltim dari 30 menjadi 63 titik serta sebaran asap di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih cermat menentukan waktu dan lokasi berolahraga.

Pemantauan Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda menunjukkan konsentrasi PM2,5 dapat berubah dari waktu ke waktu. Pada pembaruan 3 September 2026 pukul 12.00 WITA, konsentrasi PM2,5 tercatat 39,3 mikrogram per meter kubik dan berada dalam kategori sedang, dengan tren meningkat. Data tersebut menunjukkan kualitas udara tidak selalu sama sepanjang hari sehingga masyarakat perlu memeriksa kondisi udara sebelum berolahraga.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa asap kebakaran mengandung partikulat halus yang dapat berdampak terhadap kesehatan. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan karena olahraga membuat seseorang bernapas lebih cepat dan lebih dalam. Dengan demikian, jogging, bersepeda, bermain sepak bola, atau olahraga intensitas tinggi di ruang terbuka sebaiknya ditunda ketika paparan asap meningkat.

Bagi masyarakat yang tetap ingin menjaga kebugaran, olahraga di dalam ruangan dapat menjadi pilihan. Jalan di tempat, latihan kekuatan dengan intensitas ringan hingga sedang, peregangan, yoga, atau latihan mobilitas dapat dilakukan tanpa harus terpapar langsung udara luar. Jika kualitas udara di dalam ruangan juga terdampak asap, aktivitas fisik sebaiknya dikurangi dan ruangan dijaga agar tidak kemasukan asap dari luar.

Kewaspadaan juga penting bagi atlet dan komunitas olahraga di Kaltim yang memiliki jadwal latihan rutin. Ketika kondisi udara tidak mendukung, pelatih dapat menyesuaikan intensitas latihan, memindahkan kegiatan ke fasilitas tertutup, atau mengubah jadwal latihan. Pemeriksaan kualitas udara sebelum latihan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menentukan apakah aktivitas olahraga di luar ruangan masih layak dilakukan.

Di tengah situasi karhutla Kaltim, menjaga kebugaran tetap penting, tetapi kesehatan pernapasan tidak boleh dikorbankan. Masyarakat disarankan memantau kualitas udara dari sumber resmi seperti BMKG sebelum berolahraga. Jika udara mulai berkabut, berbau asap, atau masuk kategori tidak sehat, pilihan paling aman adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan dan beralih ke olahraga dalam ruangan hingga kondisi membaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....