Kasus ISPA di Balikpapan Melonjak akibat Kabut Asap, Warga Diimbau Pakai Masker
- 17 Sep 2026 19:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan melaporkan adanya lonjakan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Paparan kabut asap serta penurunan kualitas udara dinilai menjadi faktor utama meningkatnya keluhan pernapasan di tengah masyarakat.
Berdasarkan data resmi Dinkes Balikpapan, akumulasi penderita gangguan pernapasan sepanjang Agustus tercatat mencapai 7.105 kasus, mencakup ISPA, influenza, hingga selesma (common cold). Tren peningkatan ini terus berlanjut hingga pertengahan September.
"Dari Dinas Kesehatan, kami melaporkan bahwa memang terjadi lonjakan ISPA. Pada bulan Agustus, jumlahnya mencapai 7.105 kasus. Kemudian sampai dengan tanggal 17 September, sudah ada 4.863 kasus. Ini merupakan peringatan bagi kita semua bahwa masyarakat harus lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati kepada RRI ditemui di ruang kerjanya pada Kamis, 17 September 2026.
Hasil pengukuran tenaga kesehatan lingkungan puskesmas menunjukkan mutu udara Balikpapan secara umum berada pada kategori sedang, dengan partikulat PM10 yang dominan serta tingkat kelembapan udara 72,4 persen. Kendati berstatus sedang, sejumlah kawasan masuk dalam skala prioritas pengawasan akibat konsentrasi partikel debu dan asap yang cukup tinggi.
Wilayah Prioritas Tinggi mencangkup, Karang Joho, Sumber Rejo, Karang Rejo, Kariangau, Bandara Sepinggan, Baru Tengah, dan Muara Rapak. Sedang wilayah Prioritas Menengah-Rendah: Area cakupan Puskesmas Sepinggan dengan indikator PM10 tercatat di angka 106,7.
Menyikapi tren kenaikan kasus ini, Dinkes Balikpapan menginstruksikan seluruh puskesmas untuk menggencarkan evaluasi serta sosialisasi pencegahan kepada pasien maupun warga di wilayah kerja masing-masing. Masyarakat juga diimbau menjalankan langkah-langkah proteksi mandiri saat beraktivitas.
"Kami mengimbau kepada seluruh warga Kota Balikpapan untuk menggunakan masker bila berada di area terbuka maupun saat bepergian menggunakan kendaraan, baik masker bedah maupun masker N95 sesuai ketersediaan. Selain itu, perbanyak minum air putih agar saluran tenggorokan tetap lega," kata Alwiati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....