ISPA Naik 22,8 Persen Selama Agustus, Dinkes Imbau Warga Samarinda Waspada
- 30 Agt 2026 14:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Masyarakat Kota Samarinda diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan kesehatan selama musim kemarau dan cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi kekeringan, fenomena El Nino, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan kasus ISPA di Samarinda bahkan mengalami peningkatan selama Agustus 2026. Kenaikan tersebut terlihat jika dibandingkan dengan kondisi pada akhir Juli.
“Kalau kita bandingkan dari tanggal 1 Agustus sampai tanggal 20-an ini memang terjadi peningkatan kasus ISPA hampir sekitar 22,8 persen dibandingkan akhir bulan Juli 2026,” ujar Ismed, dikutip pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Menurutnya, peningkatan kasus tersebut perlu diantisipasi karena ISPA berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan dan saluran pernapasan. Asap dari kebakaran lahan juga dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Meski terjadi peningkatan, Ismed memastikan kondisi saat ini masih terkendali. Dinas Kesehatan juga telah meminta fasilitas pelayanan kesehatan, baik tingkat primer maupun rujukan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bertambahnya kasus.
Namun masyarakat, terutama balita dan lansia, diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi cuaca panas dan kualitas udara yang kurang baik. Jika harus beraktivitas di luar, Ismed menyarankan masyarakat menggunakan pelindung diri.
“Kalau bisa tidak banyak keluar rumah kecuali ada kegiatan. Kalaupun harus keluar rumah harus mempersiapkan alat pelindung diri, masker atau penutup kepala dan menghindari waktu-waktu terpapar yang sangat terik,” ucapnya.
Selain ISPA, Ismed mengingatkan, masyarakat juga perlu mewaspadai sengatan panas atau heatstroke. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika tubuh terlalu lama terpapar suhu panas dan tidak mampu mengatur suhu tubuh dengan baik. Menurutnya heatstroke tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu fungsi tubuh hingga menyebabkan gangguan kesadaran.
“Nah, ini yang harus diwaspadai betul, karena kalau heatstroke terjadi bisa sangat fatal. Artinya bisa mengganggu fungsi tubuh bahkan bisa menuju kepada gangguan kesadaran,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di bawah terik matahari dan memperhatikan kondisi tubuh saat berada di luar ruangan. Penggunaan pelindung diri juga penting untuk mengurangi dampak paparan panas secara langsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....