Polusi Mengepung? Ini Racikan Minuman Sehat untuk Bentengi Imun Tubuh

  • 17 Sep 2026 20:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Polusi udara tidak hanya membuat napas terasa kurang nyaman. Paparan udara yang tercemar, terutama partikel halus seperti PM2,5, juga dapat meningkatkan beban pada sistem pernapasan. Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang penting ketika kualitas udara memburuk.

Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun, bagi sebagian orang, minum air dalam jumlah cukup sepanjang hari bisa terasa membosankan. Variasi minuman sehat dapat menjadi pilihan, selama tidak menggantikan air putih sepenuhnya dan tidak mengandung gula berlebihan.

Buah-buahan seperti jeruk, stroberi, dan kiwi dapat dikonsumsi dalam bentuk jus tanpa tambahan gula. Buah tersebut mengandung vitamin C dan berbagai senyawa antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi sistem kekebalan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara asupan antioksidan dan perlindungan sel dari stres oksidatif akibat paparan polusi udara.

Pilihan lainnya adalah smoothie berbahan sayuran dan buah. Bayam, pakcoy, atau sayuran hijau lainnya dapat dipadukan dengan pisang dan air putih untuk menghasilkan minuman yang kaya zat gizi. Sayuran dari kelompok cruciferous, seperti brokoli dan pakcoy, juga mengandung senyawa yang dalam penelitian laboratorium dan sejumlah studi pada manusia dikaitkan dengan mekanisme pertahanan tubuh terhadap paparan polutan. Namun, minuman tersebut bukan pengganti upaya utama untuk menghindari paparan polusi.

Minuman dapat disesuaikan dengan aktivitas sepanjang hari. Pada pagi hari, jus buah tanpa tambahan gula atau air dengan irisan lemon dapat menjadi pilihan. Siang hari, smoothie buah dan sayuran dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Sementara pada sore atau malam hari, air putih tetap menjadi pilihan sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, juga mengingatkan pentingnya menjaga kecukupan cairan ketika kondisi lingkungan kurang mendukung. Hidrasi yang baik membantu tubuh menjalankan fungsi normal, termasuk menjaga kondisi saluran pernapasan agar tetap bekerja secara optimal.

Meski demikian, menjaga kesehatan ketika polusi meningkat tidak cukup hanya dengan memilih minuman. Masyarakat juga perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara buruk, menggunakan masker yang sesuai saat berada di area berpolusi, serta memperhatikan informasi kualitas udara sebelum beraktivitas.

Membawa botol minum sendiri dapat membantu membangun kebiasaan minum secara teratur. Tidak perlu terpaku pada aturan tertentu seperti harus minum satu gelas setiap jam karena kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Yang lebih penting adalah memenuhi kebutuhan cairan sesuai kondisi tubuh, aktivitas, cuaca, serta anjuran tenaga kesehatan jika memiliki kondisi khusus.

Ketika udara sedang tidak bersahabat, menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Padukan dengan pola makan bergizi, istirahat cukup, aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi udara, dan upaya mengurangi paparan polusi agar tubuh tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....