Lima Minuman Terkenal Dipercaya Dukung Umur Panjang dan Kesehatan

  • 10 Agt 2026 15:17 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Kebiasaan sederhana seperti memilih minuman yang tepat setiap hari juga dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi beberapa jenis minuman dengan risiko kematian yang lebih rendah, kesehatan jantung yang lebih baik, atau fungsi tubuh yang tetap terjaga. Meski demikian, tidak ada satu minuman yang secara ajaib dapat membuat seseorang berumur panjang. Faktor seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, berat badan, dan kebiasaan hidup secara keseluruhan tetap memiliki peran penting.

Salah satu minuman yang paling sederhana sekaligus penting adalah air putih. Tubuh membutuhkan air untuk mengatur suhu, melumasi persendian, membuang zat sisa, serta menjalankan berbagai fungsi normal. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), juga menyebutkan bahwa mencukupi kebutuhan air dapat membantu mencegah dehidrasi. Air putih juga tidak mengandung kalori sehingga dapat menjadi pilihan untuk menggantikan minuman berpemanis.

Penelitian mengenai hubungan antara asupan air dan umur panjang juga menunjukkan hasil yang menarik, meskipun belum cukup untuk menyimpulkan bahwa minum lebih banyak air secara langsung memperpanjang usia, seperti dikutip dari PubMed/National Library of Medicine, Senin 10 Agustus 2026. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap tujuh studi kohort prospektif menemukan bahwa asupan total air yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan yang signifikan antara asupan air minum secara khusus dan kematian akibat semua penyebab. Karena itu, manfaat air sebaiknya dipahami terutama sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan cairan tubuh, bukan sebagai “minuman panjang umur”.

Minuman berikutnya yang banyak mendapat perhatian adalah teh hijau. Minuman yang berasal dari daun Camellia sinensis ini mengandung berbagai senyawa tumbuhan, termasuk polifenol. Dalam sebuah meta-analisis yang melibatkan 38 kumpulan data kohort prospektif dengan hampir 2 juta peserta, konsumsi teh yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kematian akibat semua penyebab dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Analisis tersebut menemukan bahwa konsumsi teh sekitar 2 cangkir per hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat semua penyebab, meskipun penelitian observasional tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Selain teh hijau, teh hitam juga memiliki kaitan dengan sejumlah indikator kesehatan. Penelitian pada populasi Asia menemukan bahwa konsumsi teh hijau berkaitan dengan risiko kematian akibat semua penyebab dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Untuk teh hitam, hasilnya cenderung lebih lemah dan tidak menunjukkan pola yang konsisten dalam penelitian tersebut. Meta-analisis lain terhadap penelitian prospektif juga menemukan hubungan antara konsumsi teh secara umum dan risiko kematian yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa teh dapat menjadi pilihan minuman yang menarik, terutama jika dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebihan.

Kopi juga termasuk minuman yang sering dikaitkan dengan umur panjang. Selama bertahun-tahun, para peneliti telah mempelajari hubungan antara kebiasaan minum kopi dan risiko berbagai penyakit. Meta-analisis yang mencakup 40 penelitian dengan lebih dari 3,8 juta peserta menemukan hubungan berbentuk nonlinier antara konsumsi kopi dan kematian. Konsumsi dalam jumlah sedang, sekitar 2–4 cangkir per hari, dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan tidak minum kopi. Namun, hasil tersebut merupakan hubungan statistik dari penelitian observasional dan bukan bukti bahwa kopi secara langsung memperpanjang umur.

Cara menikmati kopi juga perlu diperhatikan. Kopi dengan kandungan gula, krimer, atau sirup dalam jumlah besar tentu berbeda dari kopi tanpa gula atau dengan tambahan yang lebih sederhana. Selain itu, toleransi setiap orang terhadap kafein berbeda-beda. Orang yang sensitif terhadap kafein dapat mengalami gangguan tidur, jantung berdebar, atau rasa cemas apabila mengonsumsinya terlalu banyak. Oleh karena itu, manfaat potensial kopi tidak berarti seseorang perlu memaksakan diri untuk minum kopi dalam jumlah tertentu.

Minuman kelima yang menarik perhatian adalah kefir. Kefir merupakan minuman hasil fermentasi yang umumnya dibuat dari susu dan mengandung berbagai mikroorganisme hidup. Penelitian mengenai kefir terus berkembang karena potensinya dalam memengaruhi mikrobiota usus. Tinjauan sistematis terhadap penelitian pada manusia yang diterbitkan pada 2026 menemukan bahwa konsumsi kefir berkaitan dengan perubahan yang relatif kecil dan beragam pada komposisi mikrobiota usus. Peneliti juga menekankan bahwa bukti mengenai manfaat langsung kefir pada manusia masih terbatas.

Temuan tersebut penting karena manfaat kefir kerap diberitakan secara berlebihan sebagai minuman yang dapat memperpanjang usia. Padahal, penelitian sistematis terhadap uji acak terkendali sebelumnya menyimpulkan bahwa bukti manfaat kefir untuk kesehatan manusia masih terbatas dan sebagian penelitian memiliki risiko bias yang tinggi. Dengan kata lain, kefir dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi orang yang cocok mengonsumsinya, tetapi belum tepat jika disebut sebagai minuman yang terbukti memperpanjang umur. (PubMed)

Pada akhirnya, air putih, teh hijau, teh hitam, kopi, dan kefir dapat menjadi pilihan minuman yang mendukung pola hidup sehat dengan mekanisme dan tingkat bukti yang berbeda. Air putih berperan penting dalam menjaga hidrasi, teh mengandung senyawa bioaktif, kopi memiliki kaitan dengan sejumlah hasil kesehatan dalam studi populasi, sedangkan kefir menawarkan potensi manfaat dari proses fermentasi. Namun, manfaat tersebut tidak boleh dipisahkan dari pola hidup secara keseluruhan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah membatasi minuman yang tinggi gula tambahan. Mengganti minuman berpemanis dengan air putih atau minuman tanpa gula dapat membantu mengurangi asupan kalori. Pada akhirnya, rahasia umur panjang bukan terletak pada satu jenis minuman, melainkan pada kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten. Pemilihan minuman yang lebih sehat hanyalah salah satu bagian dari upaya menjaga kualitas hidup dan kesehatan dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....