Hadapi Kabut Asap, Dokter Sarankan Masyarakat Gunakan Masker N95

  • 14 Sep 2026 15:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah saat terjadi paparan kabut asap disarankan menggunakan masker N95 untuk melindungi saluran pernapasan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel asap yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

Dokter Spesialis Paru RS Hermina Samarinda, dr. Parluhutan Doli, saat menjadi narasumber dalam obrolan Tonight Corner Pro 2 RRI Samarinda mengatakan, masyarakat sebaiknya menghindari paparan asap apabila tidak memiliki keperluan untuk keluar rumah. Namun, bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar, perlindungan saluran pernapasan perlu menjadi perhatian.

“Pertama-tama kita memang bagusnya menghindari atau mengurangi paparan ya. Tapi kalau enggak terpaksa kita se-rumah, berarti kita harus melindungi saluran napas kita. Dengan apa itu? Ya dengan masker ya,” katanya, dikutip Senin, 14 September 2026.

Ia menyebut masker N95 sebagai jenis masker yang direkomendasikan dokter paru untuk menghadapi paparan asap. Penggunaan masker juga harus dilakukan dengan benar agar perlindungan terhadap saluran pernapasan dapat lebih optimal.

“Jadi masker yang direkomendasikan oleh dokter paru adalah masker dari N95 ya. Itu pun pemakaiannya harus betul-betul benar ya. Jadi harus nempel ke kulit pipi kita gitu. Jangan ada celahnya gitu,” ujarnya.

Menurut dr. Parluhutan, masker kain tidak memberikan perlindungan yang sama terhadap partikel asap berukuran sangat kecil. Sebagian partikel tersebut masih dapat lolos melalui masker dengan kemampuan penyaringan yang lebih rendah.

“Ada beberapa sih pertanyaan waktu itu, ‘Dok, boleh enggak pakai masker kain gitu ya?’ Sebenarnya sih yang paling dianjurkan adalah masker N95 itu, banyak dijual di mana-mana, online juga banyak. Ya, kalau masker kain itu sebenarnya beberapa partikel asap yang ukurannya lebih kecil, yang lebih kurang dari 0,5 mikro itu dia bisa lolos,” katanya.

Ia menambahkan, kelompok yang memiliki faktor risiko terhadap gangguan pernapasan perlu lebih ketat dalam melindungi diri dari paparan asap. Kelompok tersebut antara lain penderita asma, lansia, balita, ibu hamil, perokok berat, serta pengguna vape berat.

“Terutama pasien-pasien yang punya asma itu harus prepare-nya lebih ketat lagi. Jadi betul-betul dia pakai masker N95, kemudian juga istirahat yang cukup ya, kemudian makan-makan yang bergizi, vitamin dan sebagainya gitu,” katanya.

Selain menggunakan masker, dr. Parluhutan mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi air putih, makanan bergizi, sayur dan buah, serta mencukupi waktu istirahat. Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas atau olahraga di luar ruangan selama paparan asap masih terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....