PMI Jelaskan Syarat Donor Darah yang Perlu Diperhatikan Pendonor
- 16 Sep 2026 10:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Keinginan untuk mendonorkan darah merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Namun, tidak semua orang dapat langsung mendonorkan darahnya. Kondisi kesehatan, berat badan, riwayat penyakit, tindakan operasi, hingga obat yang sedang dikonsumsi menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum seseorang dinyatakan memenuhi syarat donor.
Dokter Nurul Hidayati dari Unit Donor Darah PMI Kota Samarinda menjelaskan, orang yang pernah menjalani operasi masih memiliki kemungkinan untuk kembali menjadi pendonor. Namun, keputusan tersebut harus mempertimbangkan jenis penyakit, tindakan operasi, serta kondisi kesehatan orang yang bersangkutan. "Untuk pascaoperasi itu memang ada beberapa kriteria yang diperbolehkan untuk donor kembali," ujar Nurul dalam program Halo Kaltim RRI Samarinda, dikutip Rabu 16 September 2026.
Menurut Nurul, calon pendonor dengan riwayat operasi sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas PMI. Pemeriksaan dan penggalian informasi diperlukan untuk mengetahui secara lebih jelas penyakit yang pernah dialami serta penanganan yang telah dilakukan. "Nanti kita akan konsultasi lebih lanjut, dari mungkin jenis penyakitnya apa, kemudian operasinya penanganannya bagaimana," kata Nurul.
Ia mengatakan, apabila kondisi kesehatan sudah baik dan riwayat penyakit maupun operasi tidak menjadi kendala untuk donor, seseorang dapat kembali mendonorkan darah. Nurul juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkonsultasi langsung dengan petugas PMI sebelum melakukan donor. "Kalau memang baik-baik saja operasinya ataupun penyakitnya tidak ada tantangan untuk donor darah, biasanya boleh donor lagi," ucapnya.
Selain riwayat penyakit dan operasi, berat badan juga menjadi salah satu persyaratan penting. Nurul menjelaskan, batas minimal berat badan pendonor adalah 45 kilogram. Pada berat badan tersebut, pengambilan darah yang dilakukan di PMI Samarinda umumnya sebanyak 350 mililiter atau 350 cc. "Berat badan minimal untuk donor darah itu adalah 45 kilo. Dengan berat badan 45 kilo itu kita bisa diambil 350 cc," ujar Nurul.

Jumlah darah yang diambil juga memiliki ketentuan tersendiri dan disesuaikan dengan kondisi pendonor. Nurul menyebut terdapat jenis kantong tertentu dengan volume 450 mililiter yang digunakan untuk kebutuhan tertentu dan memiliki persyaratan berat badan minimal yang berbeda. "Yang biasa itu 350 cc dengan minimal berat badan 45 kilo sudah bisa donor," kata Nurul.
Sementara itu, masyarakat yang sedang mengonsumsi obat juga perlu menyampaikan informasi tersebut kepada petugas sebelum donor. Nurul menjelaskan, beberapa jenis obat, termasuk obat untuk nyeri dan alergi, dapat memengaruhi keputusan apakah seseorang dapat melakukan donor pada saat itu. Untuk obat-obatan tertentu, terdapat masa tunggu sebelum calon pendonor dapat kembali mendonorkan darah.
"Untuk obat-obatan seperti obat nyeri kemudian obat-obat alergi itu tiga hari sebelum donor dan alerginya tidak kambuh," ucap Nurul. Karena itu, calon pendonor sebaiknya tidak menyembunyikan informasi mengenai obat yang sedang dikonsumsi agar petugas dapat melakukan penilaian secara tepat.
Nurul menegaskan, setiap calon pendonor akan melalui proses pemeriksaan sebelum darah diambil. Pemeriksaan tersebut mencakup wawancara atau anamnesis untuk mengetahui kondisi kesehatan dan informasi lain yang berkaitan dengan kelayakan donor. "Pasti kita anamnesa dulu, kita wawancara dulu seperti itu," ujar Nurul.
Proses pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan donor tetap aman bagi pendonor sekaligus menjaga kualitas darah yang akan digunakan untuk membantu pasien. Karena itu, masyarakat yang ingin donor darah tidak perlu ragu untuk menyampaikan kondisi kesehatan secara terbuka kepada petugas.
Pada akhirnya, donor darah bukan sekadar soal kesediaan memberikan darah kepada orang lain, tetapi juga memastikan prosesnya dilakukan dengan aman. Masyarakat yang memiliki riwayat operasi, sedang mengonsumsi obat, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas Unit Donor Darah PMI. Dengan demikian, keputusan untuk donor dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing calon pendonor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....