Mengkudu dan Hipertensi, Benarkah Bisa Menurunkan Tekanan Darah?
- 31 Agt 2026 07:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Mengkudu kerap disebut berkhasiat membantu menurunkan tekanan darah. Namun, manfaatnya bagi penderita hipertensi masih membutuhkan bukti ilmiah yang lebih kuat.
Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih. Kondisi juga berlaku ketika tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih.
Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal jantung, hingga gangguan irama jantung.
Ironisnya, hipertensi sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah menjalani pemeriksaan atau ketika mengalami komplikasi.
Sekitar 90 persen kasus hipertensi merupakan hipertensi esensial dengan penyebab yang belum diketahui secara spesifik. Sementara sebagian lainnya termasuk hipertensi sekunder dengan penyebab medis yang dapat diidentifikasi.
Di tengah perhatian terhadap pola hidup sehat, buah mengkudu atau Morinda citrifolia menjadi salah satu bahan pangan yang banyak diperbincangkan. Buah ini berasal dari Asia Tenggara, termasuk Polinesia dan India.
Dikutip dari dr. Frans Michael Oscar Marpaung dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, jus mengkudu mengandung vitamin C, antioksidan, serta kalium.
“Kalium bermanfaat untuk denyut jantung, kontraksi otot jantung, fungsi saraf, memproduksi energi, dan keseimbangan cairan,” katanya.
Menurutnya, kandungan kalium juga memiliki kaitan dengan pengendalian tekanan darah. Mineral tersebut membantu mengurangi efek garam yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Selain kalium, kandungan antioksidan menjadi salah satu alasan mengkudu diperhatikan dalam kaitannya dengan kesehatan. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
“Pola makan yang kaya buah dan sayuran juga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat bagi penderita tekanan darah tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, potensi mengkudu tidak boleh dipahami sebagai pengganti pengobatan hipertensi. Sejumlah penelitian awal memang menunjukkan kemungkinan pengaruh terhadap tekanan darah, tetapi bukti pada manusia masih terbatas.
Karena itu, mengkudu lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari pola makan sehat. Penderita hipertensi tetap perlu melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Cara mengonsumsi mengkudu juga perlu diperhatikan. Buah ini dapat diolah menjadi jus atau bentuk olahan lainnya, tetapi penambahan gula secara berlebihan sebaiknya dihindari.
Produk mengkudu dalam bentuk suplemen atau ekstrak juga perlu mendapat perhatian. Konsentrasi bahan aktif dapat berbeda sehingga penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.
Pengendalian hipertensi membutuhkan kebiasaan sehat secara menyeluruh. Mengurangi konsumsi garam, memperbanyak buah dan sayuran, berolahraga teratur, serta menjaga berat badan menjadi langkah penting.
Mengelola stres, tidur cukup, menghindari rokok, dan membatasi alkohol juga berperan dalam menjaga tekanan darah. Mengandalkan satu jenis buah saja tidak cukup untuk mengendalikan hipertensi.
“Jika ingin mengonsumsi mengkudu secara rutin, terutama saat sedang menggunakan obat penurun tekanan darah atau memiliki penyakit tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu,” katanya.
Dengan demikian, mengkudu berpotensi menjadi pelengkap pola makan sehat, tetapi bukan terapi utama hipertensi. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat dan keamanannya.
Bagi penderita hipertensi, pemeriksaan rutin dan pengobatan sesuai anjuran tetap menjadi langkah utama. Pengendalian tekanan darah yang baik penting untuk menekan risiko komplikasi kardiovaskular dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....