Fenomena Self-Harm pada Remaja Dipicu Dominasi Memori Emosi Dibandingkan Logika
- 27 Agt 2026 08:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Fenomena melukai diri sendiri (self-harm) pada kelompok remaja dan dewasa muda tidak sekadar disebabkan oleh kecenderungan berpikir berlebihan (overthinking), melainkan dipengaruhi oleh mekanisme biologis serta perkembangan otak. Di usia muda, bagian otak yang mengontrol memori dan emosi mengalami pematangan lebih cepat dibandingkan dengan area yang mengatur fungsi berpikir logis.
Hal tersebut disampaikan oleh narasumber tenaga kesehatan mental, Eliza Cahyani, dalam program Dokter Etam di Pro 4 RRI Samarinda, pada Kamis 20 Agustus 2026. Menurutnya, ketidakseimbangan perkembangan struktur otak ini membuat kelompok usia remaja rentan merespons tekanan sosial maupun emosional menggunakan perasaan ketimbang pertimbangan rasional.
"Di usia remaja yang paling matang itu emosi duluan ketimbang mikir. Yang lebih dulu memang matang itu adalah emosi, sehingga apa pun di sekitarnya akan diterimanya terlebih dahulu dengan emosi," ujar Eliza..
Ia menjelaskan, respons emosional yang tinggi ini kerap dipicu oleh aktifnya pusat emori dan memori di dalam otak, seperti amigdala dan hipokampus. Kondisi tersebut menyebabkan keputusan eksekutif yang dikendalikan oleh area prefrontal cortex—termasuk kemampuan menilai dan menganalisis situasi, menjadi dikesampingkan saat remaja menghadapi kendala emosional.
Lebih lanjut, Eliza mengungkapkan tindakan melukai tubuh sering kali mengaktifkan sistem pereda nyeri alami serta sistem penghargaan (reward system) di otak, yang menghasilkan sensasi lega sesaat setelah rasa sakit fisik dialami.
"Nyeri itu bikin release, bikin kita merasa lega. Dan itu di otak kita namanya sistem reward, sistem hadiah. Jika dia menggunakan itu sebagai mekanisme, maka dia akan mengulang-ulang," katanya.
Oleh karena itu, intervensi medis dan edukasi biologis dinilai penting untuk membantu individu memahami bahwa dorongan self-harm bukan sekadar tabiat buruk. Pendekatan kesehatan jiwa yang tepat dapat melatih fungsi prefrontal cortex melalui teknik regulasi emosi yang sehat tanpa harus menyakiti fisik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....