Dinkes Kaltim Dorong Rumah Sakit Tekan Angka Kematian Pasien
- 20 Agt 2026 13:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mendorong rumah sakit untuk memperkuat penerapan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sebagai bagian dari upaya menekan angka kematian di fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah tersebut menjadi perhatian dalam Pertemuan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan bagi Rumah Sakit dan Unit Pelayanan Darah atau UPD di Kalimantan Timur, pada Rabu 19 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr. Jaya Mualimin mengatakan mutu pelayanan menjadi salah satu arah utama dalam kebijakan pelayanan kesehatan rujukan. Menurutnya, keselamatan pasien harus menjadi standar utama yang diterapkan secara konsisten oleh setiap fasilitas kesehatan.
Jaya menjelaskan mutu dan keselamatan pasien juga menjadi bagian penting dalam proses akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan. “Salah satu indikator utama adalah keselamatan pasien. Salah satu syarat untuk lulus dari faskes yang terakreditasi itu minimal adalah mutu dan keselamatan pasien,” ujar Jaya.
Menurut Jaya, pelaksanaan indikator mutu nasional perlu terus dievaluasi karena berhubungan dengan angka kematian di rumah sakit. Ia menyoroti indikator kematian pasien, termasuk angka kematian umum atau Gross Death Rate dan angka kematian bersih atau Net Death Rate, yang masih perlu mendapatkan perhatian.
“Karena selama saya menjadi Kepala Dinas, GDR sama NDR-nya masih tinggi-tinggi. Kita ingin agar usia harapan hidup kita meningkat, tetapi kematian banyak terjadi di rumah sakit,” katanya.
Jaya juga menilai tingginya angka kematian tidak dapat dilepaskan dari penerapan standar mutu dan keselamatan pasien, termasuk penanganan di instalasi gawat darurat. Jaya mengatakan kematian pasien dalam waktu 24 jam maupun setelah menjalani perawatan lebih dari 48 jam perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Dalam pertemuan tersebut, Dinkes Kaltim juga mendorong rumah sakit untuk memperkuat pemantauan terhadap Indikator Mutu Nasional dan pelaporan insiden keselamatan pasien. Jaya berharap seluruh rumah sakit, khususnya rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kaltim, memiliki pemantauan yang lebih terukur terhadap pelaksanaan standar pelayanan.
“Rumah sakit bukan hanya mendapatkan pendapatan yang selalu meningkat karena pasiennya banyak. Yang kita inginkan adalah masyarakat sehat, mendapatkan pelayanan yang terbaik, kepuasannya meningkat dan akses pelayanan kesehatan semakin mudah,” ujar Jaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....