Menkes Tetapkan Tiga Prioritas Penanganan Gempa di NTT

  • 20 Agt 2026 16:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nagekeo – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan penyelamatan dan pelayanan pasien menjadi prioritas utama pemerintah di tengah gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Dikutip dari laman kemkes.go.id, Kamis 20 Agustus 2026, Budi menyampaikan hal tersebut saat meninjau pelayanan kesehatan di Kabupaten Nagekeo, Selasa 18 Agustus 2026. Meski sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, pelayanan dan penanganan korban tetap dilakukan dalam kondisi darurat.

Berdasarkan laporan situasi Kementerian Kesehatan, gempa menyebabkan 70 orang meninggal dunia dan lebih dari 43 ribu warga mengungsi di sejumlah wilayah NTT. Di Kabupaten Nagekeo, sekitar 170.669 jiwa terdampak, dengan delapan orang meninggal dunia serta puluhan warga mengalami luka berat dan ringan.

Dua rumah sakit, yakni RS Pratama Rajad dan RS Aeramo, serta tiga puskesmas mengalami kerusakan parah. Dalam kondisi tersebut, Menkes menetapkan tiga prioritas penanganan, yakni percepatan pelayanan medis, rehabilitasi fasilitas kesehatan, dan penanganan trauma psikologis.

Untuk pelayanan medis, sistem triase akan diterapkan selama tiga hingga lima hari ke depan. Pasien dalam kondisi kritis akan segera dirujuk ke rumah sakit, sedangkan pasien dengan luka ringan ditangani di puskesmas atau tenda darurat.

“Pasien nomor satu, sesudah itu baru fasilitas yang diperbaiki,” kata Budi.

Prioritas berikutnya adalah rehabilitasi infrastruktur fasilitas kesehatan dengan target penyelesaian renovasi dalam delapan hingga 12 bulan. Sementara untuk penanganan trauma psikologis, Kementerian Kesehatan menggandeng organisasi profesi untuk mendatangkan konselor ke NTT.

Keterbatasan fasilitas tidak menghentikan tenaga medis memberikan pelayanan. Salah satunya dr. Restu, dokter bedah yang melakukan operasi sesar darurat atau SC Cito sesaat setelah gempa. Karena akses jalan dan jembatan terputus, operasi dilakukan di dekat pintu masuk gedung dengan peralatan terbatas.

Tindakan cepat tersebut berhasil menyelamatkan bayi prematur dengan berat 1.500 gram yang kemudian menjalani perawatan intensif. Untuk mengantisipasi kondisi serupa, Kemenkes memastikan ketersediaan peralatan medis esensial, termasuk mesin anestesi dan alat kauter, di rumah sakit lapangan Nagekeo.

Kemenkes juga menyiapkan dukungan psikologis bagi masyarakat terdampak sebagai bagian dari pemulihan pascabencana. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sekaligus mendukung pemulihan masyarakat NTT secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....