Dinkes Kaltim Perkuat Deteksi Dini Hadapi Ancaman Zoonosis
- 19 Agt 2026 11:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur memperkuat deteksi dini dan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis yang dapat menular antara hewan dan manusia. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah penyakit berkembang dan menyebar lebih luas di masyarakat.
Melansir rilis resmi Pemprov Kaltim pada Rabu 19 Agustus 2026, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Fitnawati, mengatakan zoonosis merupakan bagian dari penyakit emerging yang perlu mendapat perhatian serius. Deteksi dini dan pencegahan menjadi langkah penting agar penyakit tidak berkembang secara berkepanjangan.
“Zoonosis merupakan bagian dari beberapa penyakit emerging yang harus kita lakukan deteksi dini dan pencegahannya sehingga tidak meluas secara berkepanjangan,” ujar Fitnawati dalam Rakor Zoonosis One Health Tahun 2026 di Samarinda.
Fitnawati menjelaskan, penyakit emerging dapat muncul ketika agen penyakit menyerang suatu populasi untuk pertama kalinya. Penyakit tersebut juga dapat muncul kembali atau berulang dan dalam kondisi tertentu berpotensi menyebabkan kematian.
Karena itu, ia mendorong penguatan sosialisasi dan koordinasi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Setiap kasus yang ditemukan harus dapat ditangani secara cepat dan tepat untuk mencegah risiko penularan lebih luas.
“Bagaimana kita mengupayakan sosialisasi dan koordinasi sehingga ketika ada kasus, bisa secara cepat dan tepat mendapatkan penanganan,” katanya.
Menurut Fitnawati, penanggulangan zoonosis membutuhkan kolaborasi berkelanjutan. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini tidak cukup dilakukan oleh sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak melalui kerja sama lintas program dan lintas sektor.
“Untuk menghadapi tantangan dalam penanggulangan penyakit ini, khususnya dalam kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini, memerlukan kerja sama bukan hanya lintas program, tetapi juga lintas sektor terkait dan berkesinambungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan lintas sektor diperlukan untuk memperkuat pencegahan, deteksi dini, dan penanganan zoonosis sehingga potensi kejadian luar biasa dapat diantisipasi sejak awal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....