Kasus Rabies Kaltim Capai 16 Kasus Positif dalam Enam Tahun

  • 17 Agt 2026 14:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kasus positif rabies masih menjadi perhatian dalam upaya pengendalian zoonosis di Kalimantan Timur. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan atau DPKH Kaltim mencatat terdapat 16 kasus positif rabies pada hewan penular rabies atau HPR sepanjang 2020 hingga 2026.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kaltim, Dyah Anggraini, mengatakan kasus tersebut tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Kondisi tersebut menunjukkan wilayah yang terpapar rabies semakin luas sehingga diperlukan penguatan kewaspadaan dan pengendalian di daerah.

“Dari tahun 2020 sampai 2026 itu ada 16 kasus positif rabies. Ada 16 kasus positif rabies itu dan tujuh kabupaten kota,” ujar Dyah pada Senin, 17 Agustus 2026.

Dyah merinci, kasus positif rabies tertinggi ditemukan di Samarinda dengan lima kasus, disusul Kutai Timur sebanyak tiga kasus. Sementara Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Kutai Barat masing-masing mencatat dua kasus, sedangkan satu kasus terdapat di Paser dan satu kasus terbaru pada 2026 ditemukan di Mahakam Ulu.

Dari 16 kasus tersebut, sebagian besar berasal dari HPR liar. Dyah menyebut sekitar 87,5 persen kasus positif rabies berasal dari HPR liar, terdiri atas sembilan anjing liar dan lima kucing liar, sedangkan 12,5 persen atau dua kasus lainnya berasal dari hewan berpemilik.

Menurut Dyah, kondisi tersebut menunjukkan HPR liar masih menjadi sumber risiko penularan rabies yang perlu diwaspadai. Penularan rabies terjadi melalui kontak langsung, sehingga pengendalian populasi dan pemeliharaan hewan secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam pencegahan.

"Pengendalian rabies tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan hewan saja. Kolaborasi melalui pendekatan One Health yang melibatkan kesehatan manusia, kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, BPBD, hingga kader siaga rabies diperlukan untuk menekan risiko penularan dan mencegah munculnya korban manusia," ucap Dyah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....