Batas Makan Alpukat Sehari, Ini Efek Samping Jika Berlebihan
- 12 Agt 2026 10:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Alpukat bukan hanya enak dimakan, tetapi juga mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, buah ini kerap menjadi pilihan untuk melengkapi menu sehari-hari.
Mengutip Kementerian Kesehatan, alpukat mengandung air, protein, karbohidrat, lemak, dan serat. Sebagian besar lemaknya merupakan lemak tak jenuh tunggal yang dikenal baik untuk tubuh.
Makan alpukat dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan mendukung pengelolaan kadar kolesterol. Buah ini juga mengandung serat yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi risiko sembelit.
Selain itu, alpukat mengandung zat gizi yang mendukung kesehatan mata serta membantu menjaga tekanan darah.
| Baca juga: Insecure atau Sudah Gangguan? Kenali Bedanya |
Meski memiliki banyak manfaat, kebanyakan makan alpukat tetap perlu dihindari. Alpukat mengandung lemak dan kalori sehingga jumlah konsumsinya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Lalu, apa efek samping alpukat?
1. Meningkatkan berat badan
Dilansir dari Eat This Not That, makan terlalu banyak alpukat bisa menaikkan berat badan. Menurut ahli diet terdaftar dari Vive Nutrition di Australia, Andres Ayesta, buah ini mengandung kalori yang tinggi meski dimakan dalam porsi kecil.
"Terlalu banyak makan alpukat bisa membuat berat badan bertambah. Jika kalori yang masuk dari makanan lebih banyak daripada yang dibakar tubuh, kelebihan energi akan disimpan sebagai lemak. Jadi, meskipun alpukat mengandung lemak sehat, mengonsumsinya terlalu banyak tetap tidak memberikan manfaat tambahan bagi tubuh," ujarnya.
2. Mengganggu saluran pencernaan
Meski alpukat memiliki banyak manfaat, makan terlalu banyak bisa membuat sebagian orang mengalami gangguan pencernaan.
Alpukat mengandung jenis karbohidrat yang disebut poliol yang jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, kandungan ini bisa membuat pencernaan bekerja lebih aktif.
Bagi orang yang sensitif terhadap poliol, makan alpukat terlalu banyak dapat menyebabkan perut kembung, banyak gas, atau terasa tidak nyaman. Keluhan tersebut bisa muncul setelah mengonsumsi alpukat dan bertahan hingga beberapa waktu.
3. Peradangan
Meski sebagian besar lemak dalam alpukat merupakan lemak tak jenuh tunggal yang baik bagi tubuh, alpukat tetap mengandung lemak jenuh.
Jika dikonsumsi terlalu banyak, lemak jenuh dapat meningkatkan peradangan pada pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bahakan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
Ayesta menjelaskan, lemak jenuh dapat memicu peradangan pada pembuluh darah setelah satu kali makan. Namun, hal itu kemungkinan bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi alpukat dalam jumlah berlebihan setiap hari.
“Lemak jenuh dapat meningkatkan peradangan pada pembuluh darah setelah satu kali makan dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit jantung," ujarnya.
Batas Makan Alpukat
Meski alpukat mengandung lemak sehat, tubuh tetap membutuhkan lemak dari berbagai sumber makanan lainnya. Karena itu, sebaiknya hindari konsumsi alpukat berlebihan agar pola makan tetap seimbang.
Menurut ahli gizi Ayesta, kebutuhan lemak setiap orang berbeda karena bergantung pada kebutuhan kalori harian. Ia menyarankan konsumsi sekitar sepertiga hingga setengah buah alpukat setiap hari.
“Saya menyarankan sepertiga hingga setengah buah alpukat setiap hari, agar masih ada ruang untuk mendapatkan lemak dari sumber lain seperti kacang-kacangan, ikan berlemak, dan minyak zaitun," ucapnya.
Ayesta juga menyarankan agar konsumsi lemak tidak dilakukan sekaligus dalam jumlah banyak. Membagi porsi konsumsi lemak dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama sekaligus membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....