Dinkes Balikpapan Kawal Posyandu Serentak Demi Tekan Angka Stunting
- 09 Agt 2026 06:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Dinas Kesehatan Kota Balikpapan memperketat pengawasan serta mengawal langsung pelaksanaan Hari Buka Posyandu Serentak yang berlangsung sejak tanggal 8 hingga 13 Agustus 2026 se-Kota Balikpapan. Kegiatan berskala kota ini dirangkaikan dengan momentum Bulan Vitamin A, pemberian obat cacing, serta pemantauan tumbuh kembang balita guna menekan angka stunting secara optimal.
Salah satu titik fokus pemantauan berada di Posyandu Bina Sejahtera RT 234 Komplek Pelkom, Kelurahan Damai Baru. Tim Dinas Kesehatan Kota Balikpapan turun langsung ke lapangan untuk memastikan tingkat kehadiran anak bayi dan balita memenuhi target yang dicanangkan.
Perwakilan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Sartika Butar-Butar, menyatakan antusiasme warga pada pelaksanaan kali ini tergolong sangat tinggi. Target utama dari pemantauan intensif ini adalah mendongkrak partisipasi masyarakat secara mutlak.
"Untuk saat ini yang hadir itu cukup banyak, sudah setengah dari sasaran yang hadir. Dan kita harapkan sampai nanti dengan selesainya seluruh peserta atau sasaran yang ada di wilayah Kelurahan Damai Baru ini, tingkat kehadiran anak yang datang ke Posyandu itu naik 100% tingkat kehadirannya,"ujar Sartika, Sabtu 8 Agustus 2026.
Dari total sasaran, sebanyak 34 anak di Posyandu Bina Sejahtera, setengahnya telah berhasil mendapatkan pelayanan ukur timbang, vitamin A, serta obat cacing pada pagi hari pelaksanaan. Pihak dinkes menegaskan, pengawasan ketat ini bertujuan memastikan seluruh sasaran anak di wilayah tersebut terlayani tanpa ada yang terlewat sepanjang bulan ini.
Nutrisionis Puskesmas Damai, Francisca, yang turut mendampingi jalannya kegiatan, mengungkapkan sinergi antara pemerintah, puskesmas, dan kader posyandu sangat terbantu oleh adanya program serentak ini. Selama ini, tingkat kehadiran balita (DPRS) di Kelurahan Damai Baru masih fluktuatif di angka 60% hingga 80%.
"Melalui posyandu serentak, target kehadiran dipatok mencapai 100% dari total estimasi sasaran berkisar 123 hingga 150 balita," katanya.
Francisca memberikan apresiasi khusus bagi Posyandu Bina Sejahtra terletak di perumahan Telkom yang dinilai memiliki kualitas pelayanan yang sangat baik dibandingkan titik lainnya.
"Kalau untuk Posyandu Telkom sendiri memang jauh lebih baik dari Posyandu yang sekitaran Kelurahan Damai Baru karena memang kegiatan yang dilakukan di sini banyak ya. Dan kegiatan lima meja yang disampaikan oleh Ibu PKK tadi itu berjalan dengan baik gitu. Pemantauan pertemuannya pun dilakukan dengan sangat baik. Sehingga memang dengan kegiatan yang dilakukan secara baik seperti itu, orang tua balita itu termotivasi untuk hadir karena menganggap bahwa pelayanannya baik," ucap Francisca.
Lebih lanjut, Francisca memaparkan kondisi stunting di wilayah Kelurahan Damai Baru. Saat ini, angka stunting di kelurahan tersebut di kisaran 16% hingga 17%. Angka ini sebenarnya masih berada di bawah ambang batas standar nasional sebesar 21,45%. Berdasarkan hasil skrining data dari aplikasiSigizi Terpadu (e-PPGBM), mayoritas kasus stunting atau gizi kurang di wilayah ini dipicu oleh pola konsumsi yang minim zat besi.
"Kebanyakan karena memang mereka sedikit mengonsumsi protein hewani. Jadi memang targetnya anak-anak itu lebih dianjurkan ya mengonsumsi kebanyakan protein hewani. Karena memang kebanyakan anak dengan kategori stunting itu kekurangan zat besi seperti itu dari hasil pemeriksaannya,"kata Francisca mengenai akar masalah stunting di wilayah kerja Puskesmas Damai.
Kendati demikian, sistem deteksi dini dan intervensi medis sudah berjalan sangat baik, termasuk rujukan langsung ke Dokter Spesialis Anak serta pemberian Pangan Medis Khusus untuk Anak (PKMK) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Namun pihak Puskesmas Damai tidak menampik adanya kendala sosial di masyarakat. Tantangan terbesar saat ini adalah resistensi atau penolakan dari sebagian orang tua balita.
"Sebenarnya kalau dibilang ada (kendala), pasti ada. Karena tidak semua mereka menerima anak balita itu orang tuanya menerima keberadaan anaknya yang dinyatakan stunting. Jadi ketika kita mengajak mereka untuk datang berkonsultasi atau periksa ke dokter spesialis anak pun mereka masih banyak menolak. Dan ada juga beberapa penolakan itu misalnya dengan mengatakan bahwa tidak sempat pergi ke sana karena mengantar kakaknya sekolah," ujar Francisca menyayangkan situasi tersebut.
Melalui momentum Hari Buka Posyandu Serentak ini, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan bersama Puskesmas Damai mengimbau seluruh orang tua di Kelurahan Damai Baru untuk membuang stigma negatif seputar stunting.
Deteksi dini melalui timbangan posyandu dan aplikasi digital bukan bertujuan untuk melabeli anak, melainkan sebagai dasar tindakan medis yang presisi demi menyelamatkan masa depan generasi muda Balikpapan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....