IDAI Kaltim Dorong Dukungan Keluarga untuk Sukseskan ASI Eksklusif

  • 08 Agt 2026 13:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samrinda – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI), terutama ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan edukasi dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Dunia 2026. Salah satunya digelar di Puskesmas Sempaja, Samarinda, Sabtu 8 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menyasar ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui. Peserta mendapatkan materi mengenai menyusui, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman.

Dokter spesialis anak, dr Joko Purnomo, mengatakan kegiatan edukasi mengenai menyusui tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Sejumlah kegiatan serupa juga digelar bersama berbagai pihak di daerah lain, termasuk Balikpapan.

"Selain kegiatan seperti ini, kami juga terus memberikan edukasi. Minggu depan juga ada webinar," ujarnya.

Menurutnya, edukasi menyusui perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sasaran edukasi juga tidak terbatas pada ibu yang sedang menyusui, tetapi dimulai sejak masa kehamilan agar calon ibu memiliki persiapan yang cukup.

"Ibu hamil tentu juga menjadi target kita. Yang belum menyusui boleh ikut, yang sudah menyusui juga boleh. Tenaga medis tentunya juga," katanya.

Sementara itu, dokter spesialis anak, dr Magdalena Rusady, menekankan keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada ibu. Dukungan dari keluarga, terutama suami atau ayah, turut berperan penting.

"Keberhasilan menyusui ternyata bukan hanya dari ibu. Jadi, perlu dukungan dari sekitar, terutama keluarga dan suami. Harus saling support supaya keberhasilan dalam menyusui lebih terjamin," katanya.

Ia pun mengajak para ayah untuk ikut terlibat dalam proses menyusui dan tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada ibu.

"Jadi, yang ikut jangan cuma ibu-ibu, tapi bapak bapak perannya juga penting," ucapnya

Terkait tren menyusui di Kaltim, Joko menyebut secara umum menunjukkan perkembangan yang positif. Namun, masih terdapat masyarakat yang membutuhkan informasi lebih mengenai praktik menyusui yang tepat.

Karena itu, edukasi dan penyuluhan dinilai perlu terus dilakukan agar semakin banyak ibu dan keluarga memahami pentingnya dukungan selama proses menyusui.

"Secara keseluruhan sebenarnya trennya positif. Cuma mungkin masih banyak yang ketidaktahuan. Jadi perlu sering-sering ada penyuluhan supaya semakin banyak masyarakat, terutama ibu, keluarga, dan suami, yang saling mendukung," ujarnya.

IDAI Kaltim juga mengingatkan para ibu agar tetap menjaga kondisi fisik dan mental selama menyusui. Ibu dianjurkan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan melanjutkannya hingga usia dua tahun atau lebih.

"Untuk ibu-ibu, semangat menyusui. Semoga bisa ASI eksklusif selama enam bulan di awal dan diteruskan sampai dua tahun atau lebih. Jangan terlalu banyak stres, makan yang cukup dan minum air yang cukup," ucap Magdalena.

Ia menegaskan, keberhasilan pemberian ASI merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan dari ibu, suami, maupun keluarga terdekat diharapkan dapat membuat proses menyusui menjadi lebih nyaman dan optimal bagi ibu maupun bayi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....