Psikolog: Self Reward Bisa dalam Bentuk Apresiasi Diri, Tak Mesti Barang
- 07 Agt 2026 10:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebiasaan menjadikan belanja sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri perlu dievaluasi. Psikolog mengingatkan bahwa self reward tidak selalu harus dilakukan dengan membeli barang bernilai mahal, tetapi dapat dilakukan melalui berbagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri.
Anggota Ikatan Psikologi Klinis Himpunan Psikologi Indonesia (IPK HIMPSI) Kaltim Anang Arief Abdillah menjelaskan, masyarakat perlu memahami bahwa penghargaan terhadap diri sendiri tidak selalu berkaitan dengan sesuatu yang bersifat material. Menurutnya, terdapat berbagai cara untuk memberikan apresiasi atas pencapaian yang telah diraih.
“Self reward itu tidak mesti suatu yang material atau barang. Ada cara lainnya yaitu memberikan apresiasi pada diri sendiri, menyadari pencapaian, dan berterima kasih kepada diri sendiri,” ujarnya saat mengisi obrolan Tonight Corner Health Pro 2 RRI Samarinda dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, dalam psikologi terdapat dua bentuk kesenangan, yaitu hedonisme yang berkaitan dengan kesenangan material dan eudaimonia yang lebih berkaitan dengan kepuasan batin maupun perasaan.
“Karena kita kenal yang namanya kesenangan itu dibagi dua. Ada hedonisme, ada eudaimonia. Hedonisme itu materialis, eudaimonia itu secara spiritual atau secara perasaan,” katanya.
Dosen Psikologi Unmul ini juga mengatakan membeli sesuatu sebagai bentuk self reward bukan merupakan hal yang salah. Namun, masyarakat perlu memahami batasannya agar penghargaan terhadap diri sendiri tidak berubah menjadi perilaku konsumtif yang justru dapat memberikan dampak negatif.
“Apakah salah untuk hedonis? Jawabannya enggak. Tapi teman-teman jangan lupa bahwa untuk self reward sendiri ada cara lainnya yaitu eudaimonia ini. Misalnya melakukan suatu kegiatan atau menyadari bersyukur,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebiasaan mengaitkan pencapaian dengan hadiah berupa barang dapat terbentuk sejak kecil, sehingga ketika dewasa seseorang cenderung menganggap bahwa keberhasilan harus selalu dirayakan dengan membeli sesuatu.
“Jadi perlu dipahami bahwa yang namanya self reward tidak mesti harus dalam bentuk barang. Bisa jadi utamakan dulu untuk apresiasi diri sendiri,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....