Dinkes Samarinda Pastikan Stok Obat TBC dan HIV Aman Tersedia

  • 04 Agt 2026 15:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Kota Samarinda memastikan ketersediaan obat untuk pasien tuberkulosis (TBC) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) tetap aman. Seluruh kebutuhan obat tersebut dipasok langsung oleh pemerintah pusat sesuai jumlah pasien yang menjalani pengobatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan obat TBC maupun HIV. Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan layanan sekaligus pengobatan bagi kedua penyakit tersebut.

"Obat TBC dan HIV didistribusikan langsung dari pusat. Jadi masyarakat tidak perlu takut soal ketersediaan obat. Pemerintah wajib memberikan pelayanan, termasuk menyediakan obat-obatan untuk TBC dan HIV," ujarnya, dikutip pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Ismed menjelaskan, tantangan yang saat ini lebih penting bukan lagi soal ketersediaan obat, melainkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalani skrining. Sebab, semakin cepat penyakit ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan.

Ia menilai keberhasilan penanganan TBC maupun HIV di berbagai negara sangat bergantung pada tingginya cakupan skrining. Sementara di Indonesia, angka skrining TBC secara nasional masih berada di bawah 70 persen sehingga masih banyak kasus yang belum terdeteksi.

"Yang perlu kita perkuat sekarang adalah kesadaran masyarakat untuk mau menjalani skrining. Di negara-negara maju, kekuatan mereka ada pada skrining. Lebih baik mencegah daripada mengobati," katanya.

Menurut Ismed, capaian skrining di Kota Samarinda, baik untuk HIV maupun TBC, sudah tergolong tinggi dan mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan. Bahkan, tim dari Kementerian Kesehatan sempat datang langsung ke Samarinda untuk melihat pelaksanaan skrining yang melibatkan berbagai pihak.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari fasilitas kesehatan, rumah tahanan, hingga sekolah, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat dijangkau melalui program skrining.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan skrining ini karena adanya kolaborasi dengan banyak pihak, termasuk rutan dan sekolah. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang bisa diperiksa lebih dini," ujar Ismed, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....