Cegah Nyeri Lutut, Dokter Sarankan Olahraga Renang dan Kontrol Berat Badan
- 29 Jul 2026 11:56 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Beban mekanis berlebih akibat berat badan tak terkontrol menjadi salah satu faktor pemicu utama mempercepat proses pengapuran sendi lutut atau osteoartritis. Setiap kenaikan bobot tubuh akan memberikan tekanan berlipat ganda pada tumpuan persendian bawah saat berdiri maupun berjalan. Menjaga berat badan ideal merupakan strategi preventif terbaik untuk menjaga keutuhan tulang rawan persendian.
Meskipun faktor usia di atas 50 tahun, jenis kelamin wanita, dan genetik tidak dapat diubah, faktor berat badan merupakan variabel yang sangat bisa dimodifikasi. Kendati demikian, penderita gangguan lutut sering kali salah dalam memilih jenis olahraga untuk menurunkan berat badan. Aktivitas jalan kaki jarak jauh atau lari maraton justru dapat memperparah gesekan antar-tulang pada sendi yang sudah meradang.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dr. Mia Fajarningtias, Sp.KFR, AIFO-K, menyarankan modifikasi latihan fisik yang aman bagi penderita nyeri sendi. "Faktor yang paling bisa kita modifikasi adalah berat badan. Namun, jika sudah ada nyeri lutut, hindari olahraga berjalan kaki terus-menerus karena menambah beban sendi," ujarnya dalam dialog Dokter Etam Pro 4 RRI Samarinda pada Kamis, 23 Juli 2026.
Olahraga terbaik yang sangat direkomendasikan bagi individu dengan masalah berat badan dan nyeri sendi adalah berenang serta bersepeda statis. Aktivitas di dalam air memanfaatkan gaya angkat alami (buoyancy) yang secara signifikan mengurangi efek gravitasi pada tumpuan lutut. Kondisi bebas beban ini memungkinkan penderita melatih otot punggung dan paha tanpa memicu gesekan sendi.
"Berenang punya efek yang sangat baik karena ada gaya angkat air yang mengurangi beban berat badan pada lutut. Selain menguatkan otot paha dan punggung, air memberikan efek relaksasi pada sendi," ujar dr. Mia menambahkan mengenai manfaat terapi akuatik.
Selain mengatur olahraga, pengelolaan aktivitas harian seperti modifikasi posisi salat atau penggunaan alat bantu jalan (walker) juga disarankan bagi kasus pengapuran berat. Masyarakat diimbau untuk tidak malu menggunakan tongkat penyangga guna membagi distribusi beban tubuh secara seimbang. Penggunaan alas kaki yang empuk dan ergonomis turut membantu meredam benturan saat melangkah.
Penerapan pola hidup sehat dengan kombinasi diet seimbang dan olahraga bebas beban merupakan investasi jangka panjang bagi persendian. Menjaga berat badan tetap proporsional tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga membebaskan tubuh dari ancaman kelumpuhan fungsi gerak. Langkah sederhana ini akan memastikan kesehatan lutut tetap prima hingga memasuki usia senja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....