Cegah Kaku Sendi, Dokter Sarankan Latihan Fisik saat Terjadi Nyeri Lutut
- 29 Jul 2026 08:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penyakit peradangan sendi atau osteoartritis pada bagian lutut kerap membuat penderitanya memilih untuk membatasi aktivitas fisik secara total. Langkah pengistirahatan tubuh yang keliru ini justru dapat memicu penurunan fungsi otot legam di sekitar persendian. Dalam dunia rehabilitasi medis modern, pergerakan yang terukur dan terencana diakui sebagai metode pengobatan yang paling ampuh.
Istirahat total atau bedrest saat mengalami nyeri persendian berisiko memperburuk kondisi otot sekitar lutut akibat proses penyusutan (atropi). Pembatasan gerak yang ekstrem justru memicu traksi antar tulang dan menyebabkan ketidakseimbangan postur tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, intervensi medis mutakhir wajib mengombinasikan obat pereda nyeri dengan program latihan fisik terstruktur.
| Baca juga: Puasa Bentuk Daya Juang dan Empati Anak |
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Dirgahayu Samarinda, dr. Mia Fajarningtias, Sp.KFR, AIFO-K, menegaskan prinsip utama pemulihan sendi. "Saya akan menekankan ke pasien bahwa latihan adalah obat atau exercise is medicine. Jadi tidak boleh ketika mendapatkan kombinasi obat kemudian hanya bergantung pada alat tanpa latihan," ujarnya dalam siaran Dokter Etam pada Kamis, 23 Juli 2026.
Dalam proses pelayanan medis, tim dokter akan memanfaatkan instrumen modalitas seperti terapi thermal dan modalitas listrik (TENS) untuk mereduksi tingkat nyeri. Penggunaan alat-alat medis ini ditujukan guna mengeblok sinyal nyeri pada sistem saraf pusat agar pasien merasa nyaman saat menggerakkan sendi. Setelah ambang nyeri menurun, pasien diwajibkan melakukan latihan penguatan otot bawah di bawah pengawasan.
Pemberian terapi modalitas berbasis suhu dan listrik memerlukan dosis klinis yang presisi dari tenaga medis agar tidak menimbulkan efek samping berbahaya. "TENS itu akan mengeblok jalannya nyeri ke otak. Tetapi kalau terapi hangat diberikan terlalu panas tanpa kontrol, justru bisa memicu luka bakar dan infeksi baru," ujar dr. Mia menambahkan.
Edukasi penanganan di rumah juga dapat dilakukan secara mandiri melalui kompres hangat untuk kasus kronis dan kompres dingin untuk cedera akut. Latihan beban ringan dalam posisi lurus tetap harus dijalankan meski pasien sedang berada dalam posisi berbaring. Pendekatan ini menjaga agar daya dukung otot paha tetap stabil sehingga mampu menopang beban tubuh saat berjalan.
Pemulihan fungsi sendi lutut melalui metode rehabilitasi terpadu menjanjikan peningkatan kualitas hidup penderita tanpa harus bergantung penuh pada obat kimia. Kedisiplinan pasien dalam mempraktikkan latihan fisik di rumah menjadi penentu utama keberhasilan program terapi. Melalui penanganan terukur, kelenturan persendian dapat dipulihkan secara aman dan optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....