Mitos Anak Laki-Laki Lambat Bicara Sangat Berbahaya
- 27 Jun 2026 11:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Asumsi-asumsi keliru di tengah masyarakat mengenai keterlambatan bicara pada anak hingga kini masih sering dinormalisasikan. Salah satu mitos yang paling mengakar adalah anggapan bahwa anak laki-laki secara alami memang wajar lebih lambat berbicara ketimbang anak perempuan.
Pembiaran dengan prinsip "tunggu dan lihat saja" (wait and see) kerap membuat momentum penanganan medis menjadi terlambat. Pola pikir ini dinilai menjadi salah satu penghambat terbesar dalam proses penyembuhan gangguan bahasa pada anak sejak usia dini.
Terapis Wicara RSJD Atma Husada Mahakam Kaltim, Diva Ari Yasmin, mematahkan anggapan tersebut dan menyatakan bahwa secara medis tidak ada pembenaran atas pembiaran keterlambatan bicara berdasarkan faktor gender. Fenomena nyata di lapangan justru menunjukkan adanya masalah pada pola stimulasi.
"Orang tua selalu punya konsep, 'Ah, anak laki-laki emang lebih lambat.' Nah, itu tuh yang bahaya sebenarnya. Biasanya tuh orang tua yang begitu tuh memang karena anak-anaknya kurang terstimulasi," kata Diva Ari Yasmin menjabarkan realitas kasus pada program Dokter Etam, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa anak laki-laki cenderung memiliki energi fisik yang jauh lebih aktif. Sayangnya, demi kepraktisan agar anak bisa diam dengan instan, tidak sedikit orang tua yang justru memilih jalan pintas dengan menyodorkan gawai.
"Apalagi anak laki kan lebih aktif ya. Orang tua mau instan anaknya diam jadi gadgetnya lebih (diberikan). Sebenarnya permasalahan utamanya tuh emang yang paling kami hindarin karena gadget sih, karena mempengaruhi banget," ujar Diva.
Lebih lanjut, Diva mengingatkan dampak jangka panjang jika orang tua terus menormalisasi keterlambatan ini tanpa intervensi ahli. Memasuki usia di atas 7 tahun, kemampuan adaptasi otak anak akan semakin kaku dan menurunkan peluang keberhasilan terapi secara signifikan.
"Masa-masa golden age perkembangan otak anak tuh lagi bagus-bagusnya. Wait and see itu enggak boleh banget, bakalan jadi kesalahan fatal yang sering menurunkan tingkat keberhasilan ketika terapi. Jadi, ayo pahami dan sadari gangguan bahasa dan bicara sedini mungkin," ujarnya sebagai penutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....