Mengenal Tanda Bahaya dan Pencegahan Dini Risiko Bunuh Diri di Samarinda

  • 26 Apr 2026 04:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Fenomena gangguan kesehatan mental yang berujung pada keputusan mengakhiri hidup menjadi perhatian serius tim kesehatan jiwa di Samarinda. Mahafuddin, perwakilan dari tim kesehatan jiwa Rumah Sakit Atma Husada Mahakam, mengungkapkan bahwa angka kasus ini cukup mengkhawatirkan, terutama di kalangan laki-laki yang secara statistik memiliki risiko keberhasilan bunuh diri dua kali lipat lebih besar dibanding perempuan.

Menurut Mahafuddin, tekanan hidup dan beban tanggung jawab yang besar sering kali menjadi pemicu utama. Laki-laki cenderung lebih banyak memendam masalah atau melakukan silent treatment terhadap diri sendiri, berbeda dengan perempuan yang lebih terbuka dalam mengekspresikan emosi namun memiliki angka percobaan bunuh diri yang tinggi.

Penting bagi keluarga untuk mengenali tanda-tanda halus atau isyarat darurat yang ditunjukkan oleh seseorang. Isyarat ini bisa berupa perubahan perilaku yang drastis, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga ucapan yang bernada perpisahan atau kehilangan harapan hidup secara terus-menerus.

"Jika ada orang yang sudah mulai memikirkan bahwa hidup ini terlalu sulit dan merasa lebih baik mati saja, itu sudah masuk tahap ide bunuh diri yang harus diwaspadai," ujar Mahafuddin mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap pikiran negatif yang muncul secara berulang pada dialog interaktif Dokter Etam Pro 4 RRI Samarinda, Kamis, 16 April 2026.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak meremehkan ancaman atau ide bunuh diri yang diungkapkan seseorang. Seringkali, orang yang terlihat ceria di luar justru menyimpan beban yang sangat berat di dalam dirinya, sebuah fenomena yang sering disebut sebagai kondisi "di balik senyuman".

Mahafuddin juga menekankan pentingnya kehadiran fisik bagi mereka yang sedang terpuruk. "Terkadang yang dibutuhkan hanya didengarkan saja, kita hadir di situ tanpa perlu terlalu banyak bicara atau memberikan nasihat yang menghakimi," ujarnya mengenai langkah awal memberikan dukungan psikologis.

Pihak RS Atma Husada Mahakam kini menyediakan layanan hotline gratis melalui program Puji Sera (Peduli Jiwa Selamatkan Harapan). Layanan ini bertujuan untuk memberikan ruang konsultasi bagi siapa saja yang merasa tertekan tanpa harus merasa malu atau terstigma oleh label gangguan jiwa.

Penanganan medis dan psikologis kini semakin mudah dengan adanya fasilitas BPJS. Mahafuddin menegaskan bahwa pergi ke profesional seperti psikolog atau psikiater bukan berarti seseorang "gila", melainkan langkah medis untuk mendapatkan terapi dan pemecahan masalah yang tepat demi keselamatan jiwa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....