Bahaya Screen Time: Penyebab Utama Anak Samarinda Terlambat Bicara

  • 27 Jun 2026 11:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kasus keterlambatan bicara dan bahasa (speech delay) pada anak usia prasekolah di Kota Samarinda menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Fenomena ini sebagian besar dipicu oleh pola asuh modern yang terlalu mengandalkan gawai atau gadget sebagai sarana hiburan instan, sehingga memangkas waktu interaksi langsung antara orang tua dan anak.

Kondisi tersebut berdampak serius pada pemenuhan stimulasi yang dibutuhkan anak selama masa keemasan (golden age), yakni dari usia 0 hingga 2 tahun. Kurangnya komunikasi dua arah membuat anak menjadi pasif dan malas berinteraksi secara sosial dengan lingkungan sekitarnya.

Terapis Wicara RSJD Atma Husada Mahakam Kaltim, Diva Ari Yasmin, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus yang ditanganinya di Samarinda saat ini sudah berada di angka 5 hingga 15 persen pada usia prasekolah. Mayoritas orang tua datang dalam kondisi anak yang sudah mengalami gangguan berat.

"Untuk sekarang kasus-kasus yang paling sering kita tanganin itu memang di gangguan bahasa dan bicara karena kurangnya stimulasi yang diberikan sama orang tua. Itu tuh yang jadi masalah utamanya saat ini," ujar Diva Ari Yasmin saat mengisi program Dokter Etam di RRI Samarinda pada Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Diva, screen time atau paparan layar gawai yang berlebihan menjadi faktor risiko luar biasa yang menjauhkan anak dari proses komunikasi verbal secara natural. Banyak orang tua mengira bahwa memberikan gadget sudah cukup memberikan rangsangan edukatif bagi tumbuh kembang anak.

"Biasanya sih dari screen time ya, dari screen time yang berlebihan terus jarang ngajak anak untuk bicara. Orang tua zaman sekarang kan nerasanya ketika udah pegang gadget udah nih dapat semua stimulasi dari gadget itu. Padahal anak tetap butuh perhatian dari orang tua," ujarnya menambahkan.

Sebagai langkah penanganan, Diva mengimbau para orang tua untuk segera menghentikan total pemberian gawai pada anak yang terindikasi mengalami keterlambatan. Langkah awal yang wajib diambil di rumah adalah memperbaiki pola asuh melalui penjadwalan aktivitas harian yang disiplin.

"Langkah awal yang kita lakukan selain pergi ke profesional ahli itu orang tua pasti disarankan untuk stop screen time-nya, jaga pola makan anak, berikan jadwal main, makan, dan tidur yang teratur. Terus selalu berikan stimulasi yang terarah pada anak," katanya sebagai penutup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....