PMI Samarinda Perketat Skrining Darah lewat Uji Penyakit dan Crossmatch

  • 18 Jun 2026 14:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda memperketat proses skrining darah untuk memastikan keamanan sebelum darah diberikan kepada pasien di rumah sakit. Setiap kantong darah yang terkumpul tidak langsung didistribusikan, melainkan melalui serangkaian pemeriksaan medis sesuai standar layanan transfusi.

Kepala Seksi Pengambilan Darah dan Konseling Donor Unit Donor Darah PMI Kota Samarinda Nurul Hidayati menjelaskan setiap kantong darah yang diambil juga disertai pengambilan sampel untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium.

“Setelah dapat kantong darah kemudian itu diambil untuk sampel juga. Pada saat dokter akan diambil satu kantong darah dan dua tabung, dua sampel,” ujarnya dalam obrolan Sore Ceria Berjaringan Pro 2 Samarinda Rabu, 17 Juni 2026.

Sampel pertama digunakan untuk konfirmasi golongan darah menggunakan alat khusus guna memastikan kesesuaian hasil pemeriksaan awal dengan data donor.

Sampel kedua diperuntukkan pemeriksaan penyakit yang dapat ditularkan melalui transfusi darah sebelum darah dinyatakan layak pakai.

“Jadi ada empat penyakit tadi ada hepatitis B, hepatitis C, HIV, sama sifilis,” katanya.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode CLIA dengan peralatan yang telah tersertifikasi dan mengacu pada standar Kementerian Kesehatan serta unit transfusi darah pusat.

Seluruh alat pemeriksaan juga melalui proses pengecekan harian sebelum digunakan untuk memastikan kelayakan operasional dan akurasi hasil.

Nurul Hidayati menegaskan darah yang menunjukkan hasil reaktif tidak dapat digunakan untuk transfusi dan langsung diproses sesuai prosedur pemusnahan limbah medis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....