Empat Tanda Kekurangan Protein yang Terlihat dari Wajah Anda

  • 17 Jun 2026 09:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan menjaga tubuh tetap kuat dan sehat. Tidak hanya memengaruhi massa otot, kekurangan protein juga dapat memunculkan sejumlah perubahan fisik yang terlihat jelas pada wajah.

Banyak orang mengira perubahan pada wajah, seperti tampak lebih lelah, kulit kering, atau muncul kerutan lebih cepat, hanya disebabkan oleh faktor usia, stres, atau penggunaan produk perawatan kulit yang kurang cocok. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal bahwa tubuh tidak memperoleh asupan protein yang memadai.

Melansir informasi kesehatan dari Verywell Health, kekurangan protein dalam jangka panjang dapat memengaruhi kondisi kulit, rambut, hingga keseimbangan cairan dalam tubuh. Protein berfungsi membangun dan memperbaiki jaringan, termasuk kulit, rambut, dan otot yang membentuk struktur wajah. Ketika kebutuhan protein tidak terpenuhi, tubuh akan menunjukkan berbagai tanda yang perlu diwaspadai.

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah wajah yang tampak sembap atau bengkak, yang dalam dunia medis disebut edema. Kondisi ini terjadi karena menurunnya kadar albumin, yaitu protein dalam darah yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan di dalam pembuluh darah. Akibatnya, cairan dapat menumpuk di jaringan tubuh sehingga area pipi dan bawah mata terlihat membengkak.

Selain itu, kekurangan protein juga dapat menyebabkan kulit wajah menjadi kering, mengelupas, dan mudah pecah-pecah. Hal ini terjadi karena protein merupakan komponen penting dalam proses regenerasi sel kulit. Ketika asupan protein tidak mencukupi, lapisan pelindung alami kulit atau skin barrier menjadi lebih lemah sehingga kulit kehilangan kelembapan dan lebih rentan mengalami iritasi.

Tanda lainnya adalah munculnya kerutan halus lebih cepat dari biasanya. Asupan protein yang kurang dapat menghambat pembentukan kolagen karena tubuh kekurangan asam amino sebagai bahan bakunya. Akibatnya, elastisitas kulit menurun dan garis-garis halus di sekitar mata maupun dahi menjadi lebih cepat terlihat.

Tak hanya itu, rambut alis dan bulu mata juga dapat menjadi lebih tipis dan rapuh. Saat tubuh kekurangan protein, nutrisi akan diprioritaskan untuk organ-organ vital seperti jantung dan otak. Kondisi ini membuat produksi keratin, protein pembentuk rambut, berkurang sehingga alis dan bulu mata lebih mudah rontok dan tampak menipis.

Untuk mencegah kekurangan protein, masyarakat dianjurkan menerapkan pola makan seimbang dengan memastikan setiap porsi makanan mengandung sumber protein yang cukup, seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, susu, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Jika mengalami perubahan fisik yang mencurigakan disertai gejala lain, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....