Bahaya Menyimpan Air Mineral Kemasan Plastik di dalam Mobil
- 16 Jun 2026 20:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID , Samarinda - Air mineral kemasan botol plastik kerap disimpan di dalam mobil karena praktis dibawa saat bepergian. Namun, setelah air habis, botol bekas sering kali tidak langsung dibuang. Selain itu, sebagian orang juga terbiasa menyimpan air minum kemasan di dalam kabin mobil untuk digunakan kembali.
Padahal, kebiasaan menyimpan air mineral kemasan plastik di dalam mobil tidak dianjurkan. Terlebih jika kendaraan diparkir dalam waktu lama dan terkena paparan sinar matahari secara langsung. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas air serta berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Melansir laman Water Defense, berikut sejumlah bahaya yang dapat mengintai kesehatan apabila air mineral kemasan plastik disimpan di dalam kabin mobil.
1. Kualitas Air Mineral Menurun
Air mineral dalam kemasan botol plastik yang segelnya telah dibuka sebaiknya segera dikonsumsi dan dihabiskan. Jika masih tersisa, air tersebut tidak dianjurkan untuk diminum kembali setelah lebih dari empat jam berada di dalam mobil.
Secara umum, kualitas air mineral kemasan yang telah dibuka dapat menurun dalam beberapa jam, terutama jika terpapar suhu panas. Sementara itu, air mineral yang masih tersegel umumnya memiliki masa simpan yang jauh lebih lama sesuai ketentuan yang tertera pada kemasan.
2. Berisiko Terkontaminasi Zat dari Plastik
Menyimpan air mineral kemasan botol plastik di dalam kabin mobil yang bersuhu panas dapat meningkatkan risiko perpindahan zat tertentu dari kemasan plastik ke dalam air.
Paparan panas yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kualitas kemasan dan berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi, sehingga air tidak lagi berada dalam kondisi terbaik untuk dikonsumsi.
3. Memicu Gangguan Kesehatan
Air mineral kemasan yang disimpan dengan benar dan masih dalam kondisi tersegel cenderung memiliki kualitas yang lebih terjaga. Sebaliknya, air yang terpapar sinar matahari langsung atau sudah dibuka lebih rentan mengalami penurunan kualitas.
Kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan bakteri dan kuman. Jika air yang telah terkontaminasi dikonsumsi, risiko gangguan kesehatan pun dapat meningkat, seperti diare, keracunan akibat zat tertentu yang terlarut dalam air, hingga perubahan rasa yang membuat air tidak lagi terasa segar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....